backgroud
logo

Kabar DPRD Jabar

 

Penghapusan UN 2021, Syahrir: Penilaian Selanjutnya Harus Lebih Baik

Penghapusan UN 2021, Syahrir: Penilaian Selanjutnya Harus Lebih Baik

 
Penghapusan UN 2021, Syahrir: Penilaian Selanjutnya Harus Lebih Baik
Anggota Komisi I DPRD Jabar Syahrir SE MIpol. (net)
yuga m hassani
Minggu, 15 Desember 2019 | 15:00 WIB
WJtoday, Bandung  - Anggota Komisi 1 DPRD Jabar Syahrir mengatakan, rencana Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemedikbud) menghapus Ujian Nasional (UN) mulai tahun ajaran 2022-2022 harus disertai dengan kualitas standar pendidikan yang lebih baik.

Syahrir menyebutkan, regulasi  soal penerapan UN tersebut memang menjadi kewenangan pemerintah pusat. Namun pihaknya bersama pemerintah provinsi hanya ingin memastikan regulasi baru tersebut bisa menghasilkan produk pendidikan yang lebih baik.

"Yang jelas, jika UN dihapuskan, penilaian berikutnya untuk setiap jenjang (SD/SMP/SMA) harus ada yang lebih baik dibanding dengan UN tersebut," ujar Syahrir kepada wjtoday.com,  Minggu (15/12/2019).

Syahrir juga menegaskan, regulasi baru soal kelulusan peserta didik tersebut harus tidak memberatkan para orang tua siswa dan membuat kekisruhan di masyarakat. Syahrir mencontohkan, sistem zonasi dalam Penerimaan Peserta Didika Baru (PPDB) yang diterapkan dalam beberapa tahun terakhir ini yang mengharuskan sekolah menerima calon siswa sesuai lokasi tempat tinggal. Ternyata banyak juga masyarakat, khususnya orang tua siswa yang mengeluhkan anaknya tidak bisa masuk ke sekolah pilihan mereka dengan sistem zonasi tersebut.

"Nah regulasi-regulasi tersebut yang perlu dibenahi. Yang terpenting adalah semua mempunyai hak untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik," tandas Syahrir.

Diberitkan sebelumnya, Mendikbud Nadiem Makarim akan menghapuskan sistem UN sebagai penentu kelulusan siswa SD, SMP, dan SMA mulai tahun ajaran 2021-2022. Sebagai gantinya, akan dilakukan assessment competency dan survei karakter. Sistem itu dilakukan pada pertengahan jenjang sekolah, yakni kelas 4 SD, kelas 8 SMP, dan kelas 11 SMA. Hasil dari penilaian siswa itu nantinya tidak dapat digunakan sebagai syarat kelulusan, tetapi diharapkan mampu mendorong guru dan sekolah untuk memperbaiki mutu pembelajaran.

Penghapusan UN itu sendiri dilatarbelakangi oleh hasil survei dan diskusi dari beberapa pihak termasuk dengan orang tua siswa. Hasilnya menunjukkan, dengan UN, fokus siswa hanya menghapal materi yang telah dipelajari. ***

ymh / dms

Tidak Ada Komentar.


 

Berita Lainnya