backgroud
logo

Kabar DPRD Jabar

 

Pembangunan Jabar pada 2020 Bakal Lebih Merata di Semua Bidang

Pembangunan Jabar pada 2020 Bakal Lebih Merata di Semua Bidang

 
Pembangunan Jabar pada 2020 Bakal Lebih Merata di Semua Bidang
Anggota Komisi I DPRD Jabar Syahrir SE MIpol.. (istimewa/dok pribadi)
yuga m hassani
Sabtu, 14 Desember 2019 | 20:17 WIB
WJtoday, Bandung - Anggota Komisi 1 DPRD Jabar Syahrir mengungkapkan pembangunan di Provinsi Jabar pada 2020 masih difokuskan pada peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dengan indikatornya di bidang pendikan, kesehatan, peningkatan ekonomi masyarakat.


Menurut Syahrir, dalam Raperda Anggaran Pendapatan dan Belanja (APBD) Jabar 2020 yang disusun Pemprov Jabar dan tetap ditetapkan DPRD Jabar beberapa waktu lalu, program pembanguan lebih merata ke semua sektor.

“Untuk (APBD) 2020 itu, kelihatannya memang merata ya, ada ke pendidikan yang memang wajib, sudah terpenuhi. Kemudian kesehatan yang memang sudah menjadi kewajiban dari Pemerintah Provinsi, sudah teranggarkan. Dan mungkin indikator-indikator lainnya, seperti IPM di masing-masing dinas kan sudah ada programnya yang menyangkut program Jabar Juara,” ungkap Syahrir kepada wjtoday.

Syahrir menyebutkan, semua pogram Pemprov Jabar yang terangkum dalam Raperda APBD 2020 sudah disampaikan ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagr). Saat ini pihak DPRD Jabar tinggal menunggu evaluasi dari Mendagri apakah masih ada kekurangan atau perlu perbaikan sehingga Raperda APBD tersebut bisa ditetapkan menjadi Perda.

“Sebenarnya (semua program pembangunan) sudah terpenuhi (dalam RAPBD), tapi nanti kita lihat lah evalusi dari Kemendagri seperti apa. Apakah masih ada yang kurang dari penyusunan APBD Provinsi Jawa Barat ini. Sasaran infrastrukturnya berapa persen, juga pendikan, kesehatan, dan itu memang benar-benar harus diperhatikan,” tandas Syahrir.

Sebelumnya, DPRD dan Pemprov Jabar menyepakati dan menandatangi Raperda APBD Jabar Tahun Anggaran 2020 dalam Rapat Paripurna, 27 November lalu. APBD Jabar ditetapkan sebesar Rp41,583 triliun, naik sebesar Rp5,456 triliun atau 15,10 persen disbanding target APBD Perubahan 2019 sebesar Rp36,127 triliun.

Rancangan APBD Jabar 2020 ini sudah diserahkan ke Kemendagri untuk divealuasi. Selanjutnya, akan dievaluasi  oleh Kemendagri selama 14 hari masa kerja, seperti untuk alokasi sektor pendidikan dan kesehatan yang harus di atas 20 persen.

Dalam Raperda APBD 2020 tersebut, Pemprov Jabar sendiri memfokuskan pada 9 program prioritas. Pertama, akses pendidikan untuk semua, kedua desentralisasi pelayanan kesehatan, ketiga pertumbuhan ekonomi umat berbasis inovasi, keempat pengembangan destinasi dan infrastruktur pariwisata serta ekonomi kreatif, kelima pendidikan agama dan tempat ibadah juara, keenam infrastruktur konektivitas wilayah.

Kemudian ketujuh gerakan membangun desa, delapan subsidi gratis golongan ekonomi lemah untuk pelayanan kesehatan, sekolah gratis, perbaikan Rutilahu dan perburuhan. Dan yang kesembilan inovasi pelayanan publik dan penataan daerah. ***

ymh / pam

Tidak Ada Komentar.


 

Berita Lainnya