backgroud
logo

Ekspresi

 

Obituari: Selamat Jalan Chandra Ariati Dewi Irawan

Obituari: Selamat Jalan Chandra Ariati Dewi Irawan

 
Obituari: Selamat Jalan Chandra Ariati Dewi Irawan
Obituari: Selamat Jalan Chandra Ariati Dewi Irawan . (Instagram)
WJtoday
Senin, 6 Januari 2020 | 08:22 WIB
WJtoday, Bandung - Kabar duka kembali datang dari dunia hiburan Indonesia, aktris Ria Irawan dikabarkan meninggal dunia pada Senin (6/1/2020) pagi, setelah berjuang melawan kanker. Kabar meninggalnya Ria Irawan diketahui dari sebuah kicauan akun twitter sutradara sekaligus komika Ernest Prakasa.

"Baru dapat kabar dari Mbak @dewiirawan13, Mbak @RiaIrawan tersayang sudah berpulang. Selamat jalan Mbak Ria yang baik, sampai jumpa lagi," tulis Ernest Prakasa.

Sebelumnya, Ria Irawan mengidap penyakit kanker kelenjar getah bening stadium empat dan sempat dinyatakan sembuh.

Ria pertama kali divonis menderita kanker endometrium pada 2014. Dia sembuh setelah menjalani berbagai pengobatan seperti kemoterapi dan radiasi. Tiga tahun berselang, sel kanker dalam tubuhnya kembali aktif dan penyakit itu kambuh.

Sang aktris dirawat lagi ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) di RSCM pada September 2019 akibat sel kanker yang kembali muncul di tubuhnya. Dia pun kerap mengabarkan kondisi terkininya melalui unggahan di akun Instagram pribadi.

Terlahir dengan nama lengkap Chandra Ariati Dewi Irawan merupakan salah satu aktris senior Indonesia.

Tumbuh di lingkungan entertainer, perempuan kelahiran 24 Juli 1969 ini memang sudah memiliki ketertarikan pada dunia film sejak kecil. Ayahnya adalah aktor yang kemudian bermetamorfosis jadi sutradara, Bambang Irawan. Ibunya, Ade Irawan, juga berlatar belakang sama.

Ria Irawan sendiri mulai mengenal dunia depan kamera setelah menjadi figuran dalam film besutan ayahnya Sopir Taxi dan Belas Kasih pada 1973 silam. Kala itu, usia Ria masih balita.

Dia baru mendapatkan peran bukan sebagai figuran dalam film Fajar Menyingsing (1975). Dalam film yang disutradarai Marhadi JF tersebut, Ria beradu akting dengan Erwin Gutawa.


Salah satu tolok ukur kesuksesan karier akting Ria adalah film Kembang Kertas di tahun 1984.  Di tahun selanjutnya ia berhasil menjadi nominasi di Festival Film Indonesia sebagai Aktris Pendukung Terbaik berkat perannya di film Bila Saatnya Tiba (1985).

Namun pada tahun 1987 ia baru berhasil memenangkan penghargaan pertamanya yaitu Pemeran Pendukung Wanita Terbaik di Festival Film Indonesia (FFI). Film yang berhasil memberikannya penghargaan ini tidak lain adalah Selamat Tinggal Jeanette (1987) yang juga diperankan oleh aktor kawakan Mathias Muchus dan Meriam Bellina. 

Total sudah ada 43 film yang ia hasilkan selama perjalanannya sebagai aktris. 

Tidak hanya seni peran, namun Ria Irawan juga merambah ke ranah tarik suara. Ia sempat membuat album bersama Ully Artha, Debby Cintia Dewi, Wieke Widowati, Rini S Bono, Nurul Arifin, Ita Mustafa, Ani Kusuma, Eva Arnaz, dan Rima Melati. Album yang diberi nama Japras ini berhasil meledak di pasaran. Selain itu ia juga sempat membuat album dangdut dengan Rano Karno dan membentuk trio bersama Nurul Arifin dan Ita Mustafa.

Hidup menjadi aktris tentunya Ria juga tidak jauh dari kontroversi. Pada pertengahan 90an ia pernah diterpa berita negatif saat seorang lelaki bernama Rivaldi Sukarno ditemukan meninggal akibat overdosis di kediamannya. Hal itu pun membuat Ria diketahui mengungsi sementara ke Milan dimana kakaknya bermukim. 

Setelah vakum setidaknya selama 10 tahun, Ria kemudian menuai penghargaan lewat Biola Tak Berdawai (2003). Lewat perannya dalam film tersebut, Ria dinobatkan sebagai The Best Actress dalam ajang Festival Film Asia Pasifik di Iran

Setelah itu, Ria kembali menancapkan namanya dalam jagat film Indonesia. Film-film populer seperti Arisan! (2004), Janji Joni (2005), dan Berbagi Suami (2006) dibintanginya.

Kini setelah perjalanan panjang berjuang membersarkan dunia perfilman Indonesia. Berjuang melawan kanker yang diderita. Usai sudah semua perjuangan, saatnya pulang. 

Selamat jalan Chandra Ariati Dewi Irawan. ***

WJT / pam

Tidak Ada Komentar.


 

Berita Lainnya