backgroud
logo

Fokus

 

Konflik dengan China,Jokowi Minta Jepang Investasi di Natuna

Konflik dengan China,Jokowi Minta Jepang Investasi di Natuna

 
Konflik dengan China,Jokowi Minta Jepang Investasi di Natuna
.
WJtoday
Sabtu, 11 Januari 2020 | 23:11 WIB
WJtoday, Bandung - Presiden  Joko Widodo meminta Jepang untuk meningkatkan investasi di bidang perikanan dan energi di Kepulauan Natuna, menyusul pertikaian dengan China di perairan dekat Laut China Selatan yang disengketakan.

Joko Widodo membuat permintaan tersebut saat kunjungan Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi ke Jakarta.

“Saya ingin mengundang Jepang untuk berinvestasi di Kepulauan Natuna,” ujarnya kepada Motegi, dan menambahkan bahwa Jepang adalah salah satu mitra ekonomi utama Indonesia.

Joko Widodo mengunjungi Kepulauan Natuna pada Rabu (8/1/2020) untuk menegaskan kedaulatan Indonesia atas gugusan pulau dan perairan di sekitarnya. Hal tersebut dilakukan setelah mendapay laporan bahwa penjaga pantai dan kapal penangkap ikan China telah memasuki Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia beberapa kali sejak bulan lalu.

China sendiri tidak mengklaim Kepulauan Natuna, tetapi mengatakan memiliki hak menangkap ikan di dekatnya di dalam Sembilan Garis Putus yang diklaim China, garis di peta China yang katanya menunjukkan wilayah dan perairannya.

Jalur ini berliku jauh ke selatan dari China dan mencakup sebagian besar Laut China Selatan, tetapi merupakan klaim yang tidak diakui secara internasional.

Vietnam, Filipina, Brunei, Malaysia, dan Taiwan memiliki klaim yang sama di Laut China Selatan.
Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi mengatakan kepada wartawan, Jokowi telah meminta Jepang untuk berinvestasi di bidang perikanan, energi, dan pariwisata di Natuna.

“Kami juga sepakat untuk memperkuat koordinasi penjaga pantai,” imbuhnya.

Indonesia telah meningkatkan patroli udara dan laut di daerah tersebut dan memanggil Duta Besar China atas masuknya kapal-kapal itu. Seorang juru bicara militer Indonesia mengatakan, kapal-kapal itu meninggalkan daerah tersebut setelah kedatangan Jokowi.

China mengatakan sedang melakukan kontak dengan Indonesia melalui saluran diplomatik untuk menyelesaikan perbedaan dan menegakkan stabilitas di kawasan tersebut.

Sebuah perahu karet Angkatan Laut Indonesia (paling kiri) berhadapan dengan kapal Penjaga Pantai China di dekat Pulau Natuna. (Foto: KKP)

Motegi, berbicara melalui seorang penerjemah setelah pertemuan dengan Retno Marsudi, tidak merujuk pada China, tetapi mengatakan Jepang khawatir tentang situasi di Laut China Selatan.

“Kami berbagi kekhawatiran serius mengenai upaya untuk mengubah dengan memaksa status quo secara sepihak, dan kami mengkonfirmasi kolaborasi erat yang berkelanjutan,” ujarnya.

Jepang tahun lalu memberi Indonesia Rp100 miliar untuk membangun pasar ikan di Kepulauan Natuna, yang akan dinamai Tsukiji, yang diambil dari nama pasar Tokyo yang terkenal.

Konstruksi pasar di Kepulauan Natuna, dan pasar di pulau-pulau Indonesia lainnya, akan dimulai tahun ini, imbuh Motegi.***

WJT / Wan

Tidak Ada Komentar.


   

Terkini

 

Berita Lainnya