backgroud
logo

Fokus

 

Bagaimana Petualangan Sang 'Predator' Reynhard Sinaga Bisa Terungkap?

Bagaimana Petualangan Sang 'Predator' Reynhard Sinaga Bisa Terungkap?

 
Bagaimana Petualangan Sang 'Predator' Reynhard Sinaga Bisa Terungkap?
Bagaimana Petualangan Sang . (facebook.com)
WJtoday
Minggu, 12 Januari 2020 | 13:12 WIB
WJtoday, Bandung - Reynhard Sinaga, seorang pria asal Indonesia, dihukum seumur hidup oleh Pengadilan Manchester, Inggris dalam 159 kasus perkosaan dan serangan seksual terhadap 48 korban pria, selama rentang waktu dua setengah tahun dari 1 Januari 2015 sampai 2 Juni 2017.

Di antara 159 kasus tersebut terdapat 136 perkosaan, di mana sejumlah korban diperkosa berkali-kali. Berdasarkan sistem hukum Inggris, identitas korban perkosaan, termasuk nama tidak boleh diungkap seumur hidup kecuali korban memilih untuk membuka jati dirinya.

Kasus petualangan sang 'Predator' tidak akan terungkap ketika seoarang pria calon korban Reynhard tidak terbius oleh ramuan ajaibnya dan balik melakukan serangan fisik.

Semuanya berawal pada 2 Juni 2017, ketika Reynhard melakukan serangan seksual terhadap seorang pria di apartemennya di pusat kota Manchester. Pria ini sebelumnya oleh Reynhard diberi obat bius.

Reynhard diyakini memasukkan obat yang dicurigai sebagai GHB (gamma hydroxybutyrate), obat bius yang menyerang sistem syaraf. Sang predator  lalu memulai serangan seksual terhadap pria yang berada dalam keadaan tak sadar itu.

Namun tak seperti korban-korban lain, pria yang merupakan olahragawan ini tiba-tiba tersadar ketika Reynhard ketika tengah melakukan aksinya. Sejurus kemudian, keduanya berkelahi, yang membuat Reynhard cedera parah di kepala.

Pria yang berkelahi dengan Reynhard menelepon layanan darurat. Saat menelepon ini, ia mengatakan bahwa Reynhard mencoba memerkosanya. Ia menjelaskan pula ia harus memukul Reynhard beberapa kali agar Reynhard tak melakukan aksinya.

Tak lama kemudian, tim medis tiba di apartemen Reynhard dan Reynhard dibawa ke rumah sakit, sementara pria tersebut ditahan polisi, dengan kecurigaan melakukan serangan fisik.

Ketika akan diborgol, pria ini menyerahkan telepon genggam milik Reynhard, yang sebelumnya ia ambil di tengah kebingungan. Namun, polisi tidak langsung bisa mengakses isi telepon genggam.


Beberapa kali, Reynhard memberi kode yang salah. Namun polisi tidak menyerah dan akhirnya Reynhard memberi kode yang benar. 

Ketika polisi memeriksa telepon genggam Reynhard, mereka menemukan rekaman-rekaman video yang menunjukkan Reynhard memerkosa para korban. Dari insiden inilah kejahatan Reynhard terbongkar.

Polisi kemudian resmi menahan Reynhard dengan dakwaan melakukan pemerkosaan dan serangan seksual.

Polisi membangun kasus berdasarkan data dari dua telepon genggam, laptop dan hard disk yang ditemukan di apartamen Reynhard.

Polisi juga menemukan barang-barang milik korban di apartemen Reynhard, seperti dompet, jam tangan, telepon genggam, kartu mahasiswa, dan surat izin mengemudi.

Dari data telepon genggam, laptop, dan hard disk, diketahui Reynhard memerkosa dan melakukan serangan seksual terhadap pria-pria yang dalam keadaan tidak sadar, 70 di antaranya sejauh ini belum bisa diidentifikasi.

Karena banyaknya korban dan bukti yang didapat, persidangan dibagi menjadi empat, dan Reynhard menjalani sidang pertama pada Mei 2018.

Polisi mengatakan, jika tak ada bukti rekaman video, bisa jadi kejahatan yang dilakukan Reynhard tak pernah terungkap. 

Dalam pemeriksaan silang oleh jaksa penuntut pada sidang tahap empat 16 Desember 2019, Reynhard mengklaim bahwa semua tindakannya atas dasar suka sama suka.

Ia juga mengeklaim bahwa semua korban memberikan persetujuan atas tindakan yang ia lakukan dan apa yang ia lakukan ini adalah fantasi seks, yang meski dianggap aneh, bisa ditemukan underground.

Ia mengatakan semua korban setuju untuk melakukan hubungan badan ketika korban dalam keadaan berpura-pura tidur. 

Hukuman seumur hidup, dengan minimal 30 tahun mendekam di penjara sebelum dipertimbangkan untuk dibebaskan, dijatuhkan berdasarkan bukti dan kesaksian 48 korban yang dihadirkan di pengadilan.

Polisi di Manchester meyakini korban serangan seksual yang dilakukan oleh Reynhard bisa mencapai setidaknya 195 pria. ***

(Sumber: BBC)

WJT / pam

Tidak Ada Komentar.


 

Berita Lainnya