backgroud
logo

Hukum dan Kriminal

 

Soal Dugaan Korupsi di Asabri, Luhut: Audit Pemeriksaan Saham Akan Buktikan

Soal Dugaan Korupsi di Asabri, Luhut: Audit Pemeriksaan Saham Akan Buktikan

 
Soal Dugaan Korupsi di Asabri, Luhut: Audit Pemeriksaan Saham Akan Buktikan
Soal Dugaan Korupsi di Asabri, Luhut: Audit Pemeriksaan Saham Akan Buktikan. (setkab.go.id)
WJtoday
Kamis, 16 Januari 2020 | 22:28 WIB
WJtoday, Jakarta -  Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud Md terus mengumpulkan bukti dugaan korupsi PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia atau Asabri.

Dia menyebut ada persamaan modus bahkan pelaku dugaan korupsi Asabri dengan korupsi PT Jiwasraya. 

Mahfud mengatakan Presiden Jokowi sudah meminta agar semua kasus korupsi dibongkar dan dibawa ke pengadilan. Terlebih dugaan awal, korupsi Asabri merugikan negara hingga lebih dari Rp10 triliun.

Menteri Kordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan angkat bicara memberikan komentar terkait dugaan korupsi di perusahaan asuransi PT Asabri (Persero)tersebut. Luhut menilai audit atas pemeriksaan saham akan membuktikan dugaan tersebut.

"Audit hasil pemeriksaan kan bisa (melihat jelas) sahamnya itu. Bagaimana permainannya, itu kan enggak bisa lari saham itu pada akhir-akhir tahun. Bisa kelihatan," kata Luhut di Kementerian Kordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Jakarta, Kamis (16/1/2020).

Luhut menilai wajar  bantahan yang dilakukan oleh pihak Asabri atas dugaan korupsi tersebut. Menurutnya bantahan tersebut tidak melawan hukum.

"Yah bantah sih boleh-boleh aja," katanya.

Luhut pun tidak secara langsung menyatakan dugaan terhadap perseroan pelat merah tersebut benar adanya. Luhut mengatakan semua dugaan akan dibuktikan dalam proses pemeriksaan dan proses hukum yang saat ini tengah berjalan.

"Kami belum mau berbicara seperti itu ya (ada korupsi). Tapi kalau kami bilang ada (masalah), ya biar aja nanti (dibuktikan dari) investigasi, dari proses hukum yang dijalankan," jelasnya.

Luhut selanjutnya menegaskan apabila terdapat indikasi permasalahan di perseroan asuransi yang menangani prajurit Indonesia tersebut, tentunya langkah tegas harus diberlakukan.

"(Apabila terbukti), saya kira harus diambil langkah langkah yang tegas. Dan presiden sudah komit, prajurit itu enggak akan dirugikan," tegas Luhut.

Dugaan korupsi di tubuh Asabri mengemuka. Dugaan muncul setelah Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam) Mahfud MD menyebut ada praktik korupsi di Asabri.

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) bahkan telah mengungkap dugaan korupsi tersebut berpotensi menimbulkan kerugian negara  sampai Rp16 triliun.

Namun, Direktur Utama PT Asabri (Persero) Sonny Widjaja membantah tudingan korupsi yang dialamatkan kepada perusahaan asuransi khusus prajurit TNI dan Polri tersebut. Ia menegaskan akan menempuh jalur hukum terhadap semua pihak yang membuat kegaduhan soal dugaan korupsi di Asabri.

"Kepada pihak-pihak yang berbicara tentang Asabri, harap menggunakan data dan fakta yang sudah terverifikasi. Hentikan pendapat, pembicaraan yang tendensius, negatif, dan mengakibatkan kegaduhan. Saya akan menempuh jalur hukum jika masih dilakukan," ujar Sonny, seraya menambahkan bahwa kondisi keuangan Asabri saat ini sehat.

"Saya menjamin bahwa uang peserta yang dikelola di Asabri tidak hilang dan tidak dikorupsi," imbuhnya menegaskan. ***

WJT / pam

Tidak Ada Komentar.


 

Berita Lainnya