backgroud
logo

Kabar DPRD Jabar

 

Abdul Hadi Ajak Penyandang Disabilitas ikuti Keputusan Pemerintah Pusat

Abdul Hadi Ajak Penyandang Disabilitas ikuti Keputusan Pemerintah Pusat

 
Abdul Hadi Ajak Penyandang Disabilitas ikuti Keputusan Pemerintah Pusat
Abdul Hadi Ajak Penyandang Disabilitas ikuti Keputusan Pemerintah Pusat. (wjtoday.com/yuga hasani)
yuga m hassani
Jumat, 17 Januari 2020 | 19:38 WIB
WJtoday, Bandung - Terkait sikap bersikeras untuk bertahan di trotoar depan bangunan eks Panti Wyata Guna Bandung, Jalan Pajajaran Kota Bandung, Wakil Ketua Komisi V DPRD Jabar Abdul Hadi Wijaya mengajak para penyandang disabilitas Wyata Guna untuk mengikuti keputusan pemerintah pusat.

Hal tersebut dilakukan untuk menghilangkan ego demi kepentingan yang lebih besar.

"Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, serta Dinas Sosial sudah menyiapkan balai/panti yang representatif di Cibabat, Kota Cimahi untuk ditempati para penyandang disabilitas yang diterminasi," ucap Abdul saat diwawancari di Balai Wyata Guna Bandung, Jum'at (17/1/2020).

Abdul mengatakan, sebenarnya hal tersebut adalah sebuah kolaborasi yang bagus, antara Dinsos, Pemprov Jabar, dan Kemensos. Ia menegaskan, sebelum mengambil keputusan, pihaknya ikut Dinas Sosial Jabar untuk memberikan masukan, karena memang fungsi Komisi V sebagai kontrol.

"Kami ikut ke Dinas Sosial, kami memberikan masukan. Jadi komisi V yang berfungsi sebagai kontrol di sini sedang melakukan tugas dan kemudian wujudnya keputusan Dinas Sosial," jelasnya.

Menurutnya, dalam 1 tahun ada 200 penyandang disabilitas yang bisa diberdayakan dengan melakukan pelatihan vokasi di Balai Wyata Guna Bandung.

"Jadi kami mendalami masalah ini tidak mengabaikan masukan teman-teman di lapangan. Bahwa ini solusi baik," jelasnya. 


Diketahui, Permensos 18 Tahun 2018 yang kini berlaku, telah sesuai dengan perundang-undangan. Permensos No. 18/2018 diterbitkan untuk memastikan komitmen Kemensos terhadap layanan penyandang disabilitas yang berkualitas secara menyeluruh.

"Balai Wyata Guna dalam proses revitalisasi fungsional menuju Balai berstandar internasional. Yang sistem dan layanan di dalamnya, tentu saja bertujuan satu," jelas Sekretaris Jenderal Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial Idit Supriadi Priantna saat konferensi pers di Balai Wiyata Guna, Jumat (17/1/2020).

Pemindahan ke Cibabat, kata Idit, dilakukan untuk mengoptimalkan manfaat yang diberikan kepada para penerima manfaat. 

"Sehingga saudara-saudara kita ini lebih berdaya dan mandiri. Selain itu, aset Wyata Guna merupakan hak milik Kemensos. Hal ini dapat dibuktikan secara legal," jelas Idit. ***

ymh / pam

Tidak Ada Komentar.


 

Berita Lainnya