backgroud
logo

Trensosial

 

Soal Kemunculan 'Sunda Empire', Ridwan Kamil: Banyak Orang Stres di Republik Ini

Soal Kemunculan 'Sunda Empire', Ridwan Kamil: Banyak Orang Stres di Republik Ini

 
Soal Kemunculan 'Sunda Empire', Ridwan Kamil: Banyak Orang Stres di Republik Ini
Soal Kemunculan 'Sunda Empire', Ridwan Kamil: Banyak Orang Stres di Republik Ini. (youtube)
WJtoday
Jumat, 17 Januari 2020 | 20:28 WIB
WJtoday, Bandung - Gubernur Jawa Barat (Jabar) M Ridwan Kamil dimintai tanggapannya oleh wartawan terkait kemunculan dan keberadaan "Sunda Empire" di Bandung yang mirip dengan "Keraton Agung Sejagat". Viral videonya membuat gaduh dunia maya beberapa waktu ini.

"Lagi diteliti Polda (Jabar), ini banyak orang stres di Republik ini. Menciptakan ilusi-ilusi yang sering kali romantisme-romantisme sejarah ini ternyata ada orang yang percaya juga menjadi pengikutnya," kata Emil, sapaan akrab Gubernur,  menjawab pertanyaan wartawan soal keberadaan "Sunda Empire" di Bandung, Jumat (17/1/2020).

Emil mengatakan sebelum kemunculan "Sunda Empire" ini menimbulkan keresahan di tengah masyarakat maka tadi malam Kapolda Jabar melaporkan kepada dirinya sedang melakukan penelitian tentang hal tersebut.

"Kalau ada aspek pidana kita akan tindak. Ke warga fokus kita gunakan rasio dalam berkehidupan. Gunakan aturan perundang-undangan jangan percaya terhadap hal hal tidak masuk dalam logika akal sehat," kata dia.

Kabar keberadaan "Sunda Empire" di Bandung yang mirip dengan "Keraton Agung Sejagat" telah mencuat sejak 2018, kata Kepala Bidang Ideologi dan Wawasan Kebangsaan Kesbangpol Bandung, Sony.

"Jadi 'Sunda Empire; itu kejadiannya 2018. Sudah di tangani dari Kodim. Jadi ini latah aja karena kejadian yang di Purworejo itu. Ini kejadian 2018 itu diramaikan lagi," kata Sony di Bandung, Jumat (17/1/2020).

Menurut Sony, "Sunda Empire" tidak terdaftar sebagai organisasi masyarakat oleh Kesbangpol. Sehingga ia menyimpulkan "Sunda Empire" adalah perkumpulan yang ilegal.

Namun sebelumnya, kata dia, keberadaan "Sunda Empire" telah ditangani dan dibubarkan oleh pihak Kodam III/Siliwangi pada 2018 lalu. Pada saat itu, pihaknya memang ikut menelusuri keberadaan "Sunda Empire".

Dengan demikian, ia mengatakan, mereka bersama polisi dan TNI akan selalu mengawasi organisasi ilegal semacam "Sunda Empire". "Pasti (diawasi), itu kan aparat Kepolisian dan TNI yang pasti akan memantau terus pergerakan-pergerakan seperti itu," kata dia.

Sebelumnya, unggahan video tentang "Sunda Empire" sempat beredar pada Kamis (16/1/2020) malam. Selain itu, sejumlah konten mengenai "Sunda Empire" itu menyebar ke masyarakat melalui media sosial.

Sementara itu, Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat menyatakan akan menyelidiki keberadaan perkumpulan "Sunda Empire" di Bandung tersebut. Kabidhumas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Saptono Erlangga mengatakan pihak kepolisian sudah menerima informasi tentang adanya "Sunda Empire" sejak Kamis (16/1/2020).

"Kita kan belum tahu apakah itu ormas, atau apa, makanya kita masih pelajari, masih pendalaman dengan melakukan penyelidikan," kata Saptono di Bandung, Jumat (1/1/2020).

Saptono menyebut Polda Jawa Barat akan melakukan penyelidikan melalui jajaran Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum). Menurutnya, Ditreskrimum akan bekerja diawali berdasarkan adanya konten dan video yang beredar di media sosial.

"Itu kita pelajari dari dokumentasi video, kalau gak salah di Youtube itu Oktober sama Juli 2019 ya kegiatannya," katanya.

Menurutnya pihak Ditreskrimum belum bisa menerapkan pasal yang dikenakan kepada jajaran "Sunda Empire". Setelah proses penyelidikan rampung, kata dia, polisi akan melakukan pemeriksaan kepada orang-orang yang tergabung dengan perkumpulan ilegal tersebut.

"Tentu masih kita dalami, kita lidik, kalaupun sudah ada kerangkanya sudah dapat, tentu akan kita sampaikan," terangnya. ***


WJT / pam

Tidak Ada Komentar.


 

Berita Lainnya