backgroud
logo

Buletin

 

Bus Terguling di Ciater Subang Diduga Alami Rem Blong

Bus Terguling di Ciater Subang Diduga Alami Rem Blong

 
Bus Terguling di Ciater Subang Diduga Alami Rem Blong
Puing sisa insiden bus terguling di Ciater Kab Subang pada Sabtu (18/1/2020). (antara)
WJtoday
Minggu, 19 Januari 2020 | 17:12 WIB
WJtoday, Bandung - Kecelakaan bus pariwisata PO Purnamasari menewaskan delapan orang usai terguling di turunan jalan raya Bandung-Subang, Desa Palasari, Kecamatan Ciater, Sabtu (18/1/2020) kemarin. Bus yang ditumpangi rombongan kader Posyandu dari Depok itu diduga lepas kontrol akibat rem blong.

Dari semua korban meninggal itu, sebanyak 7 orang di antaranya adalah perempuan. Sedangkan satu pria yang turut menjadi korban meninggal dunia adalah sopir bus pariwisata PO Purnamasari.

"Betul, sopir bus meninggal dunia. Jumlah korban meninggal delapan, 10 luka berat dan 20 luka ringan," kata Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat Komisaris Besar Saptono Erlangga, di Bandung, Minggu (19/1/2020).

Kecelakaan bus terguling itu terjadi pada Sabtu (18/1/2020) pukul 17.15 WIB. Bus bernomor polisi E 7508 W itu oleng di turunan Palasari, dari arah Bandung.

Bus pariwisata tersebut diketahui membawa penumpang dari tempat wisata Tangkuban Perahu untuk pulang ke Depok. Polisi menduga bus tersebut mengalami rem blong.

"Bus datang dari arah Bandung menuju arah Subang. Sewaktu menempuh jalan menurun, kendaraan melaju tidak terkendali saat melintas jalan menikung kiri melaju lurus keluar dari badan jalan. Sehingga menyebabkan bus terguling miring kanan tepatnya di bahu jalan sebelah kanan jalan dari arah Bandung-Subang," terang Saptono.


Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri turut membantu penyelidikan penyebab kecelakaan bus pariwisata yang mengakibatkan delapan orang tewas tersebut.

Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jawa Barat, Kombes Pol Eddy Djunaedi mengatakan Korlantas dilibatkan untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) sejak Minggu pukul 08.00 WIB.

"Kita Polda Jawa Barat akan kerjasama dengan Korlantas dengan menggunakan metode TAA Korlantas, yakni Traffic Accident Analysis," kata Eddy, Minggu (19/1/2020).

Traffic Accident Analysis menurutnya, merupakan suatu metode yang sesuai dengan SOP dalam penanganan kecelakaan. Dengan metode tersebut, kata dia, penyebab kecelakaan akan mudah diketahui. ***

WJT / pam

Tidak Ada Komentar.


 

Berita Lainnya