backgroud
logo

Trensosial

 

Outbreak Pneumonia di China, Waspadai dan Perhatikan Langkah Pencegahan Berikut

Outbreak Pneumonia di China, Waspadai dan Perhatikan Langkah Pencegahan Berikut

 
Outbreak Pneumonia di China, Waspadai dan Perhatikan Langkah Pencegahan Berikut
Outbreak Pneumonia di China, Waspadai dan Perhatikan Langkah Pencegahan Berikut. (AP)
WJtoday
Minggu, 19 Januari 2020 | 21:53 WIB
WJtoday, Bandung - Seorang pria di Wuhan, China, diinformasikan meninggal dunia akibat pneumonia misterius yang menjangkit di wilayah tersebut, Sabtu (11/1/2020). Menurut otoritas kesehatan, ada tujuh orang dengan pneumonia masih dalam kondisi kritis. 

Pihak kesehatan Wuhan juga terus melakukan pemeriksaan untuk mendiagnosis patogen yang menjangkiti 41 pasien. Berdasarkan informasi otoritas kesehatan Wuhan, pasien didominasi penjual dan pembeli di pasar. Hingga saat ini belum ditemukan bukti adanya penularan dari manusia ke manusia.

Meski dikatakan belum ada bukti tentang penularan antarmanusia, kita perlu waspada dan mengenal penyakit pneumonia ini.

Pneumonia adalah infeksi atau peradangan akut di jaringan paru yang disebabkan oleh berbagai mikroorganisme, seperti bakteri, virus, parasit, jamur, pajanan bahan kimia atau kerusakan fisik paru. Pneumonia dapat menyerang siapa aja, seperti anak-anak, remaja, dewasa muda dan lanjut usia, namun lebih banyak pada balita dan lanjut usia. 

Dibedakan berdasarkan darimana sumber infeksi, pneumonia dibagi menjadi tiga yaitu:
1. Community acquired pneumonia (CAP) atau pneumonia komunitas, 
2. Hospital acquired pneumonia (HAP) dan 
3. Ventilator associated pneumonia (VAP). 

Pneumonia yang sering terjadi dan dapat bersifat serius bahkan kematian yaitu pneumonia komunitas. 

Angka kejadian pneumonia lebih sering terjadi di negara berkembang. Pneumonia menyerang sekitar 450 juta orang setiap tahunnya. Berdasarkan data RISKESDAS tahun 2018, prevalensi pneumonia berdasarkan diagnosis tenaga kesehatan yaitu sekitar 2%.

Gejala yang muncul pada pneumonia ini diantaranya demam, lemas, batuk kering dan sesak atau kesulitan bernapas. Beberapa kondisi ditemukan lebih berat. Pada orang dengan lanjut usia atau memiliki penyakit penyerta lain, memiliki risiko lebih tinggi untuk memperberat kondisi. Metode transmisi dan masa inkubasi belum diketahui. 

Berdasarkan investigasi beberapa institusi di Wuhan, sebagian kasus terjadi pada orang yang bekerja di pasar ikan, akan tetapi belum ada bukti yang menunjukkan penularan dari manusia ke manusia. 

Selain di Wuhan, beberapa Negara melaporkan kasus-kasus suspek serupa dengan di Wuhan yaitu di Singapura, Seoul, Thailand dan Hongkong. Di Singapura dan Bangkok terdapat penerbangan langsung dari Wuhan. 

WHO mengonfirmasi ada satu kasus di Thailand, terdeteksi virus baru yang berasal dari outbreak (kejadian luar biasa) pneumonia di Tiongkok. 

Terdapat beberapa vaksin pneumonia yang ditujukan untuk mencegah pneumonia, namun tidak bisa mencegah pneumonia yang sedang outbreak saat ini.  

Hasil pengkajian terhadap pasien,  dipikirkan kemungkinan etiologi kasus-kasus ini terkait dengan Severe Acute Respiratory Infection (SARS) yang disebabkan Coronavirus dan pemah menimbulkan pandemi di dunia pada tahun 2003. 


Bagaimana Kita di Indonesia Menyikapinya?
Terkait pencegahan pneumonia yang sedang outbreak saat ini, belum ada vaksin untuk mencegah kasus ini karena pneumonia pada kasus outbreak saat ini disebabkan oleh coronavirus jenis baru.

Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) melalui keretangan tertulis yang diterima, Minggu (19/1/2020) menyarankan beberapa hal, antara lain:

1. Agar masyarakat jangan panik.
2. Masyarakat tetap waspada terutama bila mengalami gejala demam, batuk disertai kesulitan bernafas, segera mencari pertolongan ke RS terdekat.

3. Health Advice
a. Melakukan kebersihan tangan rutin, terutama sebelum memegang mulut, hidung dan mata; serta setelah memegang instalasi publik.
b. Mencuci tangan dengan air dan sabun cair serta bilas setidaknya 20 detik. Cuci dengan air dan keringkan dengan handuk atau kertas sekali pakai. Jika tidak ada fasilitas cuci tangan, dapat menggunakan alkohol 70-80% handrub.
c. Menutup mulut dan hidung dengan tissue ketika bersin atau batuk. 
d. Ketika meiliki gejala saluran napas, gunakan masker dan berobat ke fasilitas layanan kesehatan. 

4. Travel advice
a. Hindari menyentuh hewan atau burung.
b. Hindari mengunjungi pasar basah, peternakan atau pasar hewan hidup.
c. Hindari kontak dekat dengan pasien yang memiliki gejala infeksi saluran napas.
d. Patuhi petunjuk keamanan makanan dan aturan kebersihan.
e. Jika merasa kesehatan tidak nyaman ketika di daerah outbreak terutama demam atau batuk, gunakan masker dan cari layanan kesehatan.
f. Setelah kembali dari daerah outbreak, konsultasi ke dokter jika terdapat gejala demam atau gejala lain dan beritahu dokter riwayat perjalanan serta gunakan masker untuk mencegah penularan penyakit.  ***

WJT / pam

Tidak Ada Komentar.


 

Berita Lainnya