backgroud
logo

Fokus

 

Kejaksaan Agung Periksa Mantan Direktur Utama Jiwasraya Hendrisman Rahim

Kejaksaan Agung Periksa Mantan Direktur Utama Jiwasraya Hendrisman Rahim

 
Kejaksaan Agung Periksa Mantan Direktur Utama Jiwasraya Hendrisman Rahim
Kejaksaan Agung Periksa Mantan Direktur Utama Jiwasraya Hendrisman Rahim . (antara)
WJtoday
Senin, 20 Januari 2020 | 15:15 WIB
WJtoday, Jakarta - Mantan Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya, Hendrisman Rahim diperiksa penyidik Kejaksaan Agung dalam perkara dugaan korupsi di balik defisit anggaran  Jiwasraya. Ia diperiksa di kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Diperiksa penyidik Kejaksaan Agung dalam rangka melengkapi berkas perkaranya," ujar Pelaksana Tugas Juru Bicara Penindakan KPK, Ali Fikri melalui keterangan tertulis, Senin (20/1.2020).

Hendrisman, bersama dengan Komisaris PT Hanson International, Benny Tjokrosaputro ditetapkan Kejaksaan Agung sebagai tersangka kasus dugaan korupsi di perusahaan asuransi milik negara Jiwasraya. Keduanya kini ditahan di rumah tahanan KPK.

Hendrisman ditahan di rumah tahanan Pomdam Jaya Guntur dan Benny ditahan di rumah tahanan cabang KPK.

Kuasa hukum Benny, Muchtar Arifin mengonfirmasi kliennya telah ditetapkan sebagai tersangka. Kendati begitu, Muchtar belum mau merinci pasal yang dijeratkan untuk kliennya tersebut. Ia hanya menyebut tak terima dengan langkah kejaksaan tersebut.

"Ini aneh menurut saya. Ke depan, saya ingin kejaksaan memastikan hak-hak klien saya terpenuhi," kata Muchtar ditemui di Kejaksaan Agung, Jakarta, Selasa (14/1/2020) lalu.

Kasus ini bermula dari laporan Menteri Badan Usaha Milik Negara periode lalu. Laporan itu teregister dalam nomor SR - 789 / MBU / 10 / 2019 tanggal 17 Oktober 2019 perihal dugaan Fraud di PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

Per September 2019, manajemen Jiwasraya menyebut ekuitas perseroan negatif sebesar Rp23,92 triliun. Sebab, liabilitas perseroan mencapai Rp49,6 triliun, sedangkan asetnya cuma Rp25,68 triliun.

Akibatnya, klaim gagal bayar perseroan membengkak hingga Rp12,4 triliun pada tahun lalu. 


Dalam hal ini, Kejaksaan Agung memperkirakan potensi kerugian negara sebesar Rp13,7 Triliun akibat kasus yang menjerat asuransi pelat merah tersebut.

Kejaksaan Agung pun telah melakukan pencegahan dan penangkalan dari dan ke luar negeri terhadap 10 nama. Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM mengonfirmasi mereka yang dicegah, yakni Heru Hidayat, Benny Tjokrosaputro, Asmawi Syam, Getta Leonardo Arisanto, Eldin Rizal Nasution, Muhammad Zamkhani, Djonny Wiguna, Hendrisman Rahim, Hary Prasetyo, dan De Yong Adrian. 

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengambil langkah menyiapkan suntikan dana sebesar Rp5 triliun sebagai tahap awal strategi penyelamatan Jiwasraya.

Staf Khusus Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Arya Sinulingga menjelaskan dana tersebut direncanakan berasal dari holding asuransi BUMN sebesar Rp2 triliun dan Investor sebesar Rp3 triliun.

"Yang siap diinvestasikan investor itu Rp3 triliun. Holding Rp2 triliun dan investor Rp 3 triliun," kata Arya di Jakarta, Minggu (19/1/2020). ***

WJT / pam

Tidak Ada Komentar.


   

Terkini

 

Berita Lainnya