backgroud
logo

Opini

 

Ceu Popong: Sunda Empire Bohong, 'Cabok we'

Ceu Popong: Sunda Empire Bohong, 'Cabok we'

 
Ceu Popong: Sunda Empire Bohong, 'Cabok we'
Ceu Popong: Sunda Empire Bohong, 'Cabok we'. (wjtoday.com/yuga hasani)
yuga m hassani
Senin, 20 Januari 2020 | 21:24 WIB
WJtoday, Bandung - Keberadaan kelompok Sunda Empire terus ramai diperbincangkan masyarakat Jawa Barat (Jabar). Mantan anggota DPR RI Popong Otje Djundjunan yang juga salah seorang inohong Jabar mengatakan, fenomena Sunda Empire yang mengatasnamakan sejarah itu bohong.

Ceu Popong sapaan akrab yang juga tokoh Jabar ini menuturkan, sebagai masyarakat Jawa Barat jangan menggubris hal tersebut.

"Lamun bohong Cabok we. Tapi inget, cabok yang dimaksud itu cabok yang menggunakan tanda petik. Maksudnya tong digubris, ga ada waktu untuk membahas itu," ucapnya kepada wartawan dalan acara Pelantikan Rektor ITB di Aula Barat ITB, Jalan Ganesha, Kota Bandung, Senin(20/1/2020).

Menurutnya, apabila Sunda Empire merupakan sejarah dan real adanya, jangan dipersoalkan keberadaannya. Sebab semua bisa belajar dari sejarah.

"Sejarah adalah guru yang paling baik dan real atau kenyataan. Dari Sejarah, kita bisa belajar sejuta macam. Oh sejarah teh gini, oh sejarah teh kitu. Jadi dari sejarah kita bisa belajar," tegas Ceu Popong.


Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Jabar Ridwan Kamil menuturkan, bahwa hal tersebut merupakan fenomena yang ada di masyarakat yang harus dicermati. Karena masih banyak orang-orang yang menjual romantisme sejarah.

"Saya kira ini hanya untuk meningkatkan eksistensi dan menjual romantisme sejarah. Yang saya prihatinkan masih banyak orang-orang yang mempercayainya," ujarnya.

Ia menegaskan, masyarakat harus menyalurkan eksistensi hidup secara kongkret. Guna menjadi manusia yang cerdas, dan bermanfaat. Bukan sekadar simbol-simbol.

"Saya duga simbol-simbol itu dikarang-karang, bukan berdasarkan sebuah kebenaran. Karena yang namanya keraton yang sudah legal, pasti ikut dalam forum keraton-keraton Nusantara," pungkasnya. ***

ymh / pam

Tidak Ada Komentar.


 

Berita Lainnya