backgroud
logo

Fokus

 

Waspada ! Virus Mematikan Corona Dipastikan Dapat Menular dari Manusia ke Manusia

Waspada ! Virus Mematikan Corona Dipastikan Dapat Menular dari Manusia ke Manusia

 
Waspada ! Virus Mematikan Corona Dipastikan Dapat Menular dari Manusia ke Manusia
Serupa dengan wabah SARS pada 2003, virus penyakit misterius ini merebak di Kota Wuhan, China.. (Reuters)
WJtoday
Selasa, 21 Januari 2020 | 06:20 WIB
WJToday,Beijing - Pemerintah China memastikan virus misterius mematikan, corona, yang sejauh ini telah menjangkiti lebih dari 200 orang di empat negara dapat tertular dari manusia ke manusia.

Kepastian ini muncul di tengah persiapan antisipasi di bandara-bandara di seluruh dunia untuk memasang alat pengukur suhu badan di ketika ratusan juta warga China melakukan perjalanan di dalam dan luar negeri untuk libur Imlek.

Sedikitnya 14 petugas medis di China yang merawat para pasien virus corona, dipastikan tertular.

Tiga orang orang meninggal. Sementara Jepang, Thailand dan Korea Selatan juga telah melaporkan adanya kasus orang yang tertular.

Komisi Kesehatan Nasional China memastikan mereka akan meningkatkan pengawasan selama liburan Imlek.

Jumlah orang yang tertular virus misterius di China meningkat tiga kali lipat dengan penyebaran virus ke kota-kota besar lain termasuk Beijing, Shangai dan Shenzen.

Para petugas kesehatan memastikan virus yang terjadi di Wuhan pada Desember lalu sebagai virus corona. Mereka mengatakan wabah ini adalah penyakit pernafasan menular. Tetapi sebagian besar faktanya masih misterius.

Wabah ini diduga berasal dari pasar, namun para pejabat dan ilmuwan masih belum dapat memastikan bagaimana virus ini menyebar.

Virus yang terjadi ini mengingatkan orang pada virus Sars - yang juga berasal dari virus corona- yang menewaskan 774 orang pada awal tahun 2000 di puluhan negara, sebagian besar di Asia.

Di tengah ini semua, pemerintah China tetap meyakinkan masyarakat bahwa virus itu "masih dapat dicegah dan dikendalikan."

Para pakar di Inggris mengatakan kepada BBC, jumlah orang yang tertular bisa jauh lebih besar dari data resmi dan dapat mencapai sekitar 1.700.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), mengatakan lonjakan kasus baru virus ini disebabkan "meningkatnya pencarian dan pengujian".

Pasien virus mematikan di China tengah dirawat di rumah sakit. (Foto: The New York Times)



Serupa dengan wabah penyakit pernapasan mematikan SARS pada 2003, virus penyakit misterius baru-baru ini merebak di Kota Wuhan, China.

Menjelang musim perjalanan liburan untuk perayaan Tahun Baru Imlek pada akhir pekan, peningkatan kasus penyakit akibat virus itu dikhawatirkan akan menyebar hingga ke kawasan terdekat maupun seluruh dunia.

Pihak berwenang China melaporkan kematian ketiga akibat virus misterius dan lebih dari 130 kasus baru selama akhir pekan, termasuk yang ditemukan di Beijing dan China selatan untuk pertama kalinya. Satu kasus baru juga dilaporkan di Korea Selatan pada Senin (20/1).

Lonjakan kasus virus misterius ini menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana virus tersebut ditularkan. Hal itu juga menambah kekhawatiran tentang penyebaran penyakit menjelang musim perjalanan tersibuk di China.

Komisi kesehatan di Wuhan, kota di China tengah tempat virus itu berasal pada Desember 2019, mengatakan pada Senin (20/1) pagi, 136 kasus baru telah terdeteksi pada Sabtu (18/1) dan Minggu (19/1), termasuk seorang penderita yang yang meninggal. Sembilan pasien di kota itu tetap sakit kritis hingga kini.


Dua kasus baru dilaporkan di Beijing dan satu lainnya di Shenzhen, kota metropolitan yang sedang mengalami ledakan pertumbuhan di China selatan di dekat Hong Kong. Kasus-kasus itu membuat jumlah total kasus di China menjadi sekitar 200, lebih dari dua kali lipat jumlah yang dilaporkan sehari sebelumnya.

Kasus-kasus terbaru terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran di antara beberapa ahli bahwa wabah ini bisa lebih parah daripada yang dijelaskan oleh pemerintah China.

Virus itu tampaknya telah menyebar di luar China. Pihak berwenang di Korea Selatan melaporkan pada Senin (20/1) bahwa seorang wanita China yang tiba di Bandara Internasional Incheon pada Minggu (19/1) dari Wuhan telah dinyatakan positif menderita penyakit tersebut. Pekan lalu, tiga kasus dilaporkan di Thailand dan Jepang yang melibatkan orang-orang yang telah melakukan perjalanan melalui Wuhan.

Menurut catatan The New York Times, dengan ratusan juta orang di China diperkirakan melakukan perjalanan untuk liburan Tahun Baru Imlek yang dimulai Jumat, 24 Januari 2020, para pejabat kesehatan masyarakat bekerja keras untuk menghentikan terjadinya wabah penyakit besar.

Pada Minggu (19/1), pemerintah pusat China berusaha meyakinkan masyarakat bahwa situasi telah terkendali. Dalam pernyataan paling luas di Beijing tentang wabah sejak dimulai pada Desember 2019, Komisi Kesehatan Nasional China menegaskan, para ahli sepakat bahwa epidemi itu “masih dapat dicegah dan dikendalikan.”

Namun, komisi itu mengakui bahwa sumber virus dan jalur penularannya masih belum sepenuhnya dipahami. “Mutasi virus masih perlu diawasi,” menurut pernyataan itu, dikutip dari The New York Times.***

WJT / Wan

Tidak Ada Komentar.


   

Terkini

 

Berita Lainnya