backgroud
logo

Buletin

 

Pembangunan Kantor Baru Disetop, Sekretaris Disnakertrans Jabar: Tak Ada Kerugian Materiil

Pembangunan Kantor Baru Disetop, Sekretaris Disnakertrans Jabar: Tak Ada Kerugian Materiil

 
Pembangunan Kantor Baru Disetop, Sekretaris Disnakertrans Jabar: Tak Ada Kerugian Materiil
Proyek pembangunan kantor Disnakertrans Jabar yang untuk sementara dihentikan.. (wjtoday.com/yuga hasani)
yuga m hassani
Selasa, 21 Januari 2020 | 16:11 WIB
WJtoday, Bandung - Sekretaris Dinas tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jabar Agus E Hanafiah menyebutkan, tidak ada kerugian materiil dengan pembangunan kantor Disnakertrans Jabar yang dihentikan.

Menurutnya, pihak Disnakertrans hanya membayar kepadan kontraktor, PT Luxindo Putra Mandiri (LPM), sebesar proyek yang telah dilaksanakan.

"Kita membayar pemenang tender (PT LPM) dengan sesuai kenyataan bangunan yang nampak saat ini. Jadi uang yang telah diberikan, dikembalikan kembali ke kita. Maka dari itu tidak ada kerugian negara dalam pembangunan ini," ucap Agus saat ditemui WJtoday.com, di Kantor Disnakertrans Jabar, Jalan Soekarno Hatta No 532, Kota Bandung, Selasa (21/1/2020).

Agus menyebutkan, kerugian dari pihak Disnakertrans Jabar adalah psikis. Karena baginya sayang jika pembangunan yang dinantikan, namun tidak bisa beres saat ini.

Pembangunan kantor baru Disnakertrans Jabar saat ini baru mencapai 30 persen, dan sudah dihentikan.


Padahal dari target yang disudah disepakati, pada akhir 2019, PT LPM sebagai pemenang tender harus sudah menyelesaikan bangunan sebanyak 80 persen.

"Intinya pemenang tender tidak melakukan pekerjaan dengan sesuai target. Kami sudah menempuh melalui jalur peneguran, SCM, dan segala macam kepada pihak pemenang tender," terang Agus.

Pantauan WJtoday.com, pekerjaan pembangunan dihentikan sementara, menyusul pemenang tender pembangunan kantor Disnakertrans Jabar itu terus mengalami masalah. Bahkan beberapa waktu lalu Kadisnakertrans Jabar Ade M Afriandi mengusulkan supaya pemenang tender tersebut di blacklist.

Mendengar hal tersebut, Agus setuju untuk dilakukan blacklist. Namun pihaknya mengatakan tidak melihat siapa perusahaannya, tapi jika melanggar aturan dan sudah ada kesepakatan untuk di blacklist, maka ikuti aturannya.

"Namun bagi saya blacklist ini bukan sifatnya kepada perusahaannya, tetapi kepada kinerjanya yang memang dinilai kurang sesuai," paparnya.

Agus memaparkan segala upaya yang dilakukan dinas pasti akan maksimal. Menurutnya target dari Disnakertrans Jabar adalah bukan kerangka, tetapi bangunan sudah jadi.

"Jadi memang kalau pak kadis menilai itu bermasalah, memang bermasalah karena pekerjaannya tidak selesai," tegas Agus. ***

ymh / pam

Tidak Ada Komentar.


 

Berita Lainnya