backgroud
logo

Trensosial

 

Anak Korban Kekerasan Orang Tua di Pangalengan Harus Ditangani Secepatnya

Anak Korban Kekerasan Orang Tua di Pangalengan Harus Ditangani Secepatnya

 
Anak Korban Kekerasan Orang Tua di Pangalengan Harus Ditangani Secepatnya
Anak Korban Kekerasan Orang Tua di Pangalengan Harus Ditangani Secepatnya. (variety.com)
WJtoday
Rabu, 22 Januari 2020 | 23:00 WIB
WJtoday, Bandung - M Rizki, bocah berusia 7 tahun asal Lamajang, Pangalengan, Kabupaten Bandung diduga menjadi korban kekerasan oleh orang tuanya berinisial J dan S. Akibatnya, tubuh bocah berusia 7 tahun ini hanya memiliki bobot 12 kilogram dan mengalami pendarahan serta penurunan kesadaran.

Kondisi mengenai M Rizki sempat menjadi pembahasan di media sosial dan mendapatkan tanggapan beragam dari warganet. Mereka bersimpati kepada M Rizki yang mengalami dugaan kekerasan dari orangtuanya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Barat Berli Hamdani mengatakan, pihaknya dalam kasus tersebut sudah berproses, walaupun tidak mencapai tujuan yang diinginkan untuk bisa kembali sehat. 

"Saat ini kondisi anak tersebut koma, dan semuanya harus dilakukan pemeriksaan. Seperti yg dikatakan koma, atau lumpuh itu harus ditangani tenaga yang kompeten," ucap Berli kepada WJtoday.com, setelah menerima perwakilan kantor Staf Presiden terkait Wyata Guna, di Ruang Manglayang Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Rabu (22/1/2020).

Ia menyatakan kadang-kadang semuanya juga lupa yg namanya manusia itu, mau yg dewasa atau anak itu terdiri dari dua, ada psikis dan fisik. 

"Nah justru siapa tau mungkin dia sakitnya di psikis. Mungkin dia masuk ke dalam stadium gangguan kejiwaan, karena dia mengalami kekerasan, seorang anak timbulah resiko itu pasti ada," paparnya.

Barli menyatakan singkatnya anak tersebut harus dibawa lagi oleh siapapun yang mungkin mengetahui fasilitas kesehatan terdekat, yang ada diwilayah itu. 

"Kemudian dari situ akan dilanjutkan ke fasilitas kesehatan yg lebih mampu untuk melakukan perawatan, dan itu harus secepatnya," katanya.

Ia berharap masalah tersebut bisa segera diurus, termasuk BPJS nya bisa diurus. Berli menyebutkan kalau tidak punya BPJS, mungkin nanti ada melalui jalur SKTM. ***

WJT / pam

Tidak Ada Komentar.


 

Berita Lainnya