backgroud
logo

Politik

 

PKS Prihatin Minimnya APD Tenaga Medis Covid-19

PKS Prihatin Minimnya APD Tenaga Medis Covid-19

 
PKS Prihatin Minimnya APD Tenaga Medis Covid-19
Ilustrasi di salah satu RS yang tenaga medisnya terpaksa memakai jas hujan. (istimewa)
WJtoday
Kamis, 19 Maret 2020 | 22:22 WIB
WJtoday, Jakarta - Anggota Komisi IX DPR dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kurniasih Mufidayati merasa prihatin atas minimnya alat pelindung diri (APD) untuk para dokter dan petugas medis yang menangani pasien suspect maupun positif coronavirus atau COVID-19 di berbagai rumah sakit.

Padahal, menurut dia, tanpa APD yang memadai, para petugas medis ini rentan sekali terpapar virus tersebut. Apalagi wabah COVID-19 semakin meningkat dan pasien positif semakin bertambah.

"Para dokter dan tenaga medis ini sangat dibutuhkan di tengah kondisi wabah yang sudah dinyatakan oleh pemerintah sebagai bencana nasional ini," kata Kurniasih lewat keterangan tertulisnya, Rabu.

Atas dasar itu, ia mendesak pemerintah untuk tanggap untuk mengoptimalkan APD tenaga medis. Jangan sampai ada dokter atau tenaga medis pendukung yang sakit dan turut menjadi korban lagi.


Kasus meninggalnya satu orang petugas medis di salah satu RS akibat terpapar COVID-19 harusnya jadi peringatan akan pentingnya ketersediaan APD ini dan perlindungan bagi para tenaga medis.

"Saya prihatin mendapat informasi sudah ada dokter yang membantu penanganan wabah ini yang sudah dinyatakan positif COVID-19,” kata Kurniasih.


Dikatakan politikus PKS ini, sejatinya APD yang tersedia saat ini semakin menipis jumlahnya dibandingkan yang dibutuhkan. Hal tersebut berdasarkan hasil peninjauannya saat masa reses ke berbagai RS.

APD, mulai dari masker, masker N95, pelindung wajah, pelindung mata, tangan, badan sampai rambut, mutlak dibutuhkan oleh dokter dan paramedis yang menangani langsung pasien COVID-19.

Bukan hanya itu, Kurniasih juga mengingatkan pentingnya dukungan asupan makanan bergizi, ruangan yang layak dan juga tambahan paramedis bagi para dokter dan tenaga medis lain yang berada di garda terdepan dalam penanganan pasien COVID-19 ini.


"Pemerintah perlu mempertimbangkan tren kenaikan jumlah pasien positif COVID-19 yang penambahannya sudah mengikuti deret ukur untuk diikuti dengan pengerahan tambahan dokter dan paramedis dari berbagai spesialis yang relevan dengan penanganan COVID-19," terangnya.

Lebih jauh, di luar minimnya APD yang dibutuhkan para dokter dan petugas medis, Kurniasih juga menyoroti kurangnya prasarana pendukung yang dibutuhkan oleh pasien suspect maupun positif COVID-19.

Sebagai contoh ventilator, kamar rawat tekanan negatif untuk isolasi yang jumlahnya juga sedikit di RS Rujukan.

"Sangat dikhawatirkan tidak mencukupi ketika jumlah suspect dan positif COVID-19 meningkat seperti yang terjadi saat ini," pungkas Kurniasih. ***

WJT / pam

Tidak Ada Komentar.


 

Berita Lainnya