backgroud
logo

Inspirasi

 

Kampung Siaga: Hadapi Covid-19 dengan Aktifkan Lagi Kearifan Lokal

Kampung Siaga: Hadapi Covid-19 dengan Aktifkan Lagi Kearifan Lokal

 
Kampung Siaga: Hadapi Covid-19 dengan Aktifkan Lagi Kearifan Lokal
Kampung Siaga: Hadapi Covid-19 dengan Aktifkan Lagi Kearifan Lokal. (facebook.com)
WJtoday
Minggu, 22 Maret 2020 | 16:53 WIB
WJtoday, Depok - Di Masa kegamangan Pemerintah Kota Depok menghadapi virus corona atau Covid-19. Sekolah Relawan membuat terobosan untuk menanggulangi penyebaran corona dengan program Kampung Siaga Covid-19 di perumahan Beji Timur, Kecamatan Beji, Kota Depok.

Kampung siaga ini merupakan sumbangsih tim Sekolah Relawan, hanya satu hari setelah Kepala BNPB, Dony Monardo mengumumkan Covid-19 sebagai bencana nasional (14 Maret 2020), dan penanganan dilakukan berbasis komunitas.

Tanggal 15 Maret 2020, konsep rumusan Kampung Siaga Covid-19 ini sudah selesai dan langsung disosialisasikan secara langsung ke beberapa wilayah di Depok, maupun melalui media sosial. 

Beberapa wilayah di Jakarta, Bekasi bahkan Jawa Tengah merespon positif konsep ini dan menerapkannya di wilayah masing-masing.

Konsep utama dari Kampung Siaga Covid-19 ini adalah menggerakkan partisipasi masyarakat, mengaktifkan kembali kearifan lokal (local wisdom), memperkuat budaya gotong royong, serta memberdayakan potensi lokal, baik SDM maupun potensi lainnya

Inisiasi gerakan tersebut berbasis komunitas sebagai upaya pencegahan, dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi ancaman virus mematikan tersebut. 

Rangkaian program aksi yang dilaksanakan pada Kampung Siaga Covid-19 antara lain membentuk satgas siaga Covid-19 di tingkat RT/RW, melakukan sterilisasi fasos fasum termasuk tempat ibadah.

Kemudian mensosialisasikan budaya hidup bersih, memperkokoh keamanan warga, membuat system laporan kesehatan, dan menyediakan ruang informasi tarhadap isu corona. Sedangkan ruang informasi bisa melalui grup medsos,

Tidak hanya pembentukan satgas dan melakukan sosialisai ke masyarakat. Rangkaian program aksi kedepanya  akan dilakukan secara berkala. 

“Tidak hanya sosialisasi, kami juga akan turun langsung dan melakukan penyemprotan cairan desinfektan, karena ini cukup hanya satu kali. Penyemprotan akan terus berkala,” kata CEO Sekolah Relawan, Dony Aryanto.

Ia berharap komunitas di lingkungan masyarakat bisa hidup dan tumbuh untuk saling peduli antara warga masyarakat. 

“Kami akan mulai dari Depok, untuk mengedukasi masyarakat. Jejaring relawan kami sudah ada seribu lebih, dan sudah tersebar di beberapa wilayah. Nantinya relawan-relawan ini akan menjadi fasilitator di wilayahnya masing-masing,” tegasnya.
 
Menurutnya, sudah ada beberapa wilayah yang meminta untuk membantu dalam penindakan penyebaran virus corona, yang pertama Depok, Cibinong, Tanggerang, Cijeruk, Bogor dan beberapa wilayah lain. 

“Masyarakat sangat antusias dengan pembentukan sekolah relawan,” ujarnya. ***

WJT / pam

Tidak Ada Komentar.


 

Berita Lainnya