backgroud
logo

Daerah Jabar

 

Usai Rapid Test, 6 Pegawai Kahatex Terindikasi Positif Covid-19

Usai Rapid Test, 6 Pegawai Kahatex Terindikasi Positif Covid-19

 
Usai Rapid Test, 6 Pegawai Kahatex Terindikasi Positif Covid-19
Usai Rapid Test, 6 Pegawai Kahatex Terindikasi Positif Covid-19. (antara)
WJtoday
Minggu, 5 April 2020 | 20:41 WIB
WJtoday, Sumedang - Enam pegawai di PT Kahatex, Jalan Raya Bandung-Garut, Kabupaten Sumedang, dinyatakan terindikasi positif virus Corona (COVID-19) dari hasil rapid test yang dilakukan di RS Kasih Bunda.

Informasi yang dihimpun Notif, enam karyawan pabrik tekstil raksasa di Jawa Barat itu merupakan peserta seminar keagamaan Gereja Bethel Indonesia (GBI) di Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

Kepala Bagian Umum PT Kahatex, Luddy Sutedja membenarkan adanya pemberitaan itu.

“Benar, ada enam orang karyawan yang positif hasil rapid test. Mereka sudah di karantina sejak 21 hari lalu dan sudah langsung dilaporkan ke Pemprov Jabar dan Pemkab Sumedang,” kata Luddy, seperti dikutip notif.id, Minggu (5/4/2020).

Meski demikian, dikatakan Luddy, enam orang yang terindikasi positif Covid-19 itu akan kembali menjalani tes swab guna memastikan status kesehatannya.

“Tinggal menunggu hasil swab. Mudah-mudan hasil swabnya negatif,” terangnya.



Satu bulan yang lalu, dikatakan Luddy, karyawan PT Kahatex ternyata ada yang mengikuti persekutuan doa di Gereja Bethel Indonesia (GBI) di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, yang dipimpin oleh Pendeta yang baru pulang dari Israel.

Namun, seminggu kemudian, lanjut Luddy, pendeta tersebut meninggal dan istrinya dirawat di RSHS ternyata positif Covid-19.

“Dari saat itu 23 karyawan kami yang mengikuti doa tersebut langsung kami karantina selama 14 hari dan sudah tidak melakukan kontak interaksi dengan yang lain,” jelas Luddy.

Setelah 14 hari, 9 orang dari 23 orang yang dilakukan rapid test akhirnya menunjukkan hasil negatif. Kemudian, 14 orang lainnya lagi baru menjalani rapid test, pada Kamis 2 April 2020.

“Dari 14 orang tersebut, enam orang positif terindikasi Covid-19. Oleh karena itu keenam orang tersebut beserta keluarganya kami minta untuk isolasi diri ke mess milik perusahaan. Sementara 19 orang lainnya yang dinyatakan negatif tetap kami karantina sampai nanti kami minta jalani tes lanjutan,” paparnya.

Ditambahkan Ludy, enam orang yang terindikasi positif Covid-19 melalui rapid test tersebut bekerja di 3 divisi. Untuk mengetahui apakah ada karyawan lainnya yang terindikasi positif Covid-19, pihaknya akan melakukan rapid test secara acak kepada karyawannya.***

WJT / pam

Tidak Ada Komentar.


 

Berita Lainnya