backgroud
logo

Nasional

 

Doni Monardo : Sebagian Dokter yang Meninggal tidak Tangani Pasien Covid-19

Doni Monardo : Sebagian Dokter yang Meninggal tidak Tangani Pasien Covid-19

 
Doni Monardo : Sebagian Dokter yang Meninggal tidak Tangani Pasien Covid-19
Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Letjen (TNI) Doni Monardo. (Antara)
WJtoday
Senin, 6 April 2020 | 19:38 WIB
WJtoday,Jakarta - Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Letjen (TNI) Doni Monardo menyampaikan sudah lebih dari 20 dokter meninggal karena terpapar Covid-19. Dari jumlah tersebut, sebagian bukan dokter yang menangani pasien Covid-19 secara langsung. 

Hal tersebut disampaikan Doni saat melangsungkan Rapat Kerja Virtual bersama Komisi VIII DPR secara daring, Senin (6/3).

"Kami laporkan juga bapak pimpinan, lebih dari 20 dokter kita telah wafat. Sebagian dari beliau yang wafat ternyata tidak semuanya itu adalah dokter yangg berada di front terdepan. Kalau dilihat dari latar belakang dokter, sebagian itu adalah dokter gigi dan THT (telinga, hidung, tenggorokan)," papar Doni.

Oleh sebab itu, ia mendorong kepada Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk segera mengeluarkan surat edaran agar dokter gigi dan THT tidak praktik terlebih dahulu.

Jika pun harus terpaksa praktik, kata dia, diberlakukan untuk pasien dalam keadaan serius saja.

Selain itu, ia juga mendorong agar Kemenkes mewajibkan seluruh dokter, baik di rumah sakit (RS) umum swasta ataupun RS rujukan Covid-19 menggunakan alat pelindung diri (APD) standar protokol.

"Kami juga akan memberikan yang terbaik kepada tenaga dokter dan perawat. Apabila menemukan pemberian pusat, terutama APD, kepada dokter disalahgunakan, kami akan memberikan laporan kepada kepolisian untuk menertibkan kepada mereka melakukan penyimpangan ini," terang Doni.

Diketahui, hingga hari ini, Senin  (6/4) pukul 12.00 WIB, jumlah pasien terjangkit Covid-19 di Indonesia bertambah 218 kasus.

"Penambahan kasus baru konfirmasi positif Covid-19 dari pemeriksaan metode PCR, bukan pemeriksaan rapid test, sebanyak 218 kasus baru, sehingga totalnya 2.491 kasus," kata Jubir Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto.

Selain itu, Yuri juga menyebut terdapat 28 kasus yang terkonfirmasi sembuh setelah menjalani perawatan. Rinciannya, DKI Jakarta sembilan kasus, Jawa Barat satu, Jawa Timur delapan, dan Sumatera Selatan 10 kasus.

"Sembuh 28 orang. Sehingga total menjadi 192 orang," kata dia. 

Sementara itu, kasus meninggal juga mengalami peningkatan sebanyak 11 orang. Jumlah itu terdiri dari DKI Jakarta empat kasus, Jawa Barat satu, Jawa Tengah empat, Sulawesi Selatan dan Papua masing-masing satu kasus.

"Ada penambahan kasus meninggal 11 orang, sehingga total menjadi 219 orang," pungkas Yuri.***

WJT / Wan

Tidak Ada Komentar.


 

Berita Lainnya