backgroud
logo

Internasional

 

COVID-19 Mewabah Hebat, Warga AS Terjebak Kebencian Berbau Rasisme

COVID-19 Mewabah Hebat, Warga AS Terjebak Kebencian Berbau Rasisme

 
COVID-19 Mewabah Hebat, Warga AS Terjebak Kebencian Berbau Rasisme
COVID-19 Mewabah Hebat, Warga AS Terjebak Kebencian Berbau Rasisme. (net)
WJtoday
Selasa, 7 April 2020 | 04:30 WIB
WJtoday - Sejak munculnya kasus virus Corona baru (COVID-19) di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China akhir Desember dan kemudian menjadi wabah di lebih 208 negara, ada ketakutan tersendiri yang dialami oleh warga Asia di luar negeri. Dimana insiden xenophobia dan perilaku “Anti Asia” terlihat semakin nyata.

Seorang perempuan berusia 51 yang merupakan keturunan Tiongkok mendapatkan serangan dari perempuan paruh baya dan tiga remaja berusia 15 tahun, di kota Bronx, Amerika Serikat. Menurut Polisi dari Satuan Tugas Kejahatan Kebencian departemen kepolisian kepada NBCnews.com menyebut, keempat perempuan itu membuat komentar anti-Asia kepada perempuan Asia.

Serangan dengan cara memukul kepala perempuan Asia menggunakan payung dilakukan seorang perempuan baya, sebelum akhirnya melarikan diri dari dalam bis. Sedangkan, ketiga remaja 15 tahun telah  didakwa dengan serangan kejahatan rasial, ancaman dan pelecehan tak lama setelah kejadian.

Seorang profesor Studi Asia-Amerika di San Francisco dari State University, Russel Jeung, meluncurkan situs yang disebut Stop AAPI Hate, untuk melacak berbagai serangan yang dialami oleh komunitas Asia-Amerika pada pertengahan Maret lalu. NPR melaporkan lebih dari 650 laporan diskriminasi - sebagian besar menentang komunitas Asia-Amerika, dalam delapan hari pertama situs diluncurkan.

Xenophobia dan “Anti-Asia” akibat wabah COVID-19 juga terjadi di platform media sosial, seperti TikTok. Dalam laporan Al Jazeera menyebut setidaknya terdapat 110 juta tampilan posting yang ditandai #chinese_coronavirus, yang digunakan sebagai bentuk rasisme. Termasuk lebih dari 10.000 posting di Twitter yang menggunakan istilah “kung-flu” selama bulan Maret, sebagaimana analisis Al Jazeera.

Sementara, forum pelaporan Stop AAPI Hate telah mencatat lebih dari 1.100 kasus pelecehan anti-Asia sejak dibentuk pada akhir Maret di Amerika Serikat. ***

WJT / agn

Tidak Ada Komentar.


 

Berita Lainnya