backgroud
logo

Gaya Hidup

 

Bukan hanya Covid-19, Sesak Napas Juga Bisa Jadi Gejala Serangan Jantung

Bukan hanya Covid-19, Sesak Napas Juga Bisa Jadi Gejala Serangan Jantung

 
Bukan hanya Covid-19, Sesak Napas Juga Bisa Jadi Gejala Serangan Jantung
Bukan hanya Covid-19, Sesak Napas Juga Bisa Jadi Gejala Serangan Jantung. (indozone)
WJtoday
Rabu, 13 Mei 2020 | 16:18 WIB
WJtoday - Mengalami sesak napas di masa pandemi Covid-19 saat ini adalah hal yang cukup menakutkan. Pasalnya sesak napas adalah gejala utama yang hampir setiap pasien Covid-19 mengalaminya.

Maka dari itu, Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh dr. Vito A Damay, Sp. JP(K), M.Kes, FIGA, FICA, FAsCC menyarankan saat sesak napas sudah sangat berat sekali segeralah periksakan diri ke rumah sakit.

"Kita nggak tau sesak napasnya karena apa. Kalau karena infeksi juga cepat bisa memberat itu. Covid-19 kan utamanya panas, batuk, sesak napas. Jadi kalau sesak napas segera ke RS, karena itu cepat sekali berkembang," ungkap dr. Vito

Tapi banyak juga orang yang salah persepsi menyamakan sesak napas dengan sakit jantung. Padahal sesak napas dengan penyakit jantung terjadi seolah seperti ada beban berat di dada seperti tertimpa sesuatu.

Ditambah dengan keringat yang bercucuran sebesar biji jagung itu adalah tanda sesak napas dengan penyakit jantung.

Dr. Vito juga mengungkap beberapa penyakit bisa menyebabkan sesak napas. Tidak hanya Covid-19, tapi ada juga asma hingga penyakit pernapasan bronkitis, ditambah gagal ginjal yang cairannya masuk ke paru-paru.

"Orang yang infeksi berat karena Covid-19 bisa (sesak napas). Lalu orang yang asma berat, infeksi pernapasan lain selain Covid-19 juga ada. Orang yang pneumonia, bronkitis juga bisa. Orang yang tampaknya mirip penyaki jantung yaitu orang yang gagal ginjal dengan overload cairannya dia bikin paru parunya banjir," jelasnya.

Gejala sesak napas juga punya golden periode atau waktu terbaik untuk penyembuhan, atau jika tidak dampaknya akan sangat berbahaya. Sesak napas pada pasien penyakit jantung misalnya waktu terbaik agar pasien segera mendapat penanganan.

"Kalau misalkan sesak napas karena serangan jantung, maka kita golden periode itu dipakai untuk menentukan perawatan bukan untuk nyawa tertolong. Sebisa mungkin secepat mungkin harus datang. Dalam waktu 12 jam setelah keluhan pertama kalau kasusnya serangan jantung," pungkasnya.***

WJT / agn

Tidak Ada Komentar.


 

Berita Lainnya