backgroud
logo

Gaya Hidup

 

Bersahabat Dengan Lemak Dengan Diet Karbo

Bersahabat Dengan Lemak Dengan Diet Karbo

 
Bersahabat Dengan Lemak Dengan Diet Karbo
Bersahabat Dengan Lemak Dengan Diet Karbo. (KlikDokter)
WJtoday
Sabtu, 16 Mei 2020 | 17:29 WIB
WJtoday - Pernah gagal diet saat anda menginginkan tubuh lebih ramping? Jangan-jangan ada yang salah dengan pola diet kita nih. Para peneliti obesitas memang banyak yang menyarankan mengurangi lemak dalam diet, tapi berat badan justru bertambah. Apa penyebabnya? 

Menurut Gary Taubes dalam bukunya "Why We Get Fat and What to Do About It" mengklaim musuh kita bukan lemak, melainkan karbohidrat yang mudah dicerna. Makanan seperti Nasi, Youghurt bebas lemak, kentang dan pasta, makanan inilah yang mengubah fisiologis tubuh untuk menambah berat badan. Justru makan  daging, keju, mentega membantu kita menurunkan berat badan dan menjaga jantung tetap sehat. Artinya kita harus mengurangi santapan berkarbohidrat dalam piring. Hati-hati juga dengan gula-air dalam jus, soft drink, permen, karena karbohidrat olahan yang bisa meningkatkan kadar insulin kita. 

Para ilmuwan sejak tahun 1990-an sudah mengetahui bahwa insulin merupakan hormon pengatur lemak. Ini yang menyebabkan kegemukan. Untuk mengatasinya kebanyakan dari kita memilih Olah Raga yang menjadi salah satu jalan keluar untuk membakar lemak tadi. Sayangnya banyak fakta semakin banyak energi yang kita habiskan, kita justru makin lapar. Jangan khawatir, imbangi olah  raga yang tepat dengan kombinasi diet yang pas, kita bisa mengurangi berat badan.  

Sudah pernah mencoba diet Atkins?  Diet Atkins diperkenalkan oleh Dr. Robert Atkins adalah pola diet yang tinggi asupan lemak dan protein, namun rendah karbohidrat sehingga insulin tetap rendah. Kita mengenal istilah diet Karbo.

Banyak yang menunjukkan hasil baik dari diet ini, bahkan faktor faktor resiko penyakit jantung semakin rendah. Dengan melakukan diet karbo,kolesterol kita semakin baik, insulin juga turun, bahkan tekanan darah juga turun. Tapi yang perlu kita waspadai, beberapa orang merasa energi mereka drop selama menjalani diet ini, dan  untuk mensiasatinya yaitu dengan menambahkan sedikit garam atau kaldu kedalam makanan. 

Tapi jika tekanan darah tetap rendah atau memang kita punya kondisi kesehatan tertentu, lebih baik konsultasi ke dokter. Dan apabila setelah diet ini gak berhasil bisa jadi karena tidak seimbangnya perbandingan antara sel- sel lemak dengan sel otot kita, lebih baik tanyakan kepada dokter dan ahli gizi ya.

Berikut ini ada 5 langkah menjalani Diet Karbo dari Eric Westman, MD direktur penelitian diet dan penulis buku 'The New For The New You' :

1. Jangan Batasi Asupan Lemak Mengkonsumsi makanan dengan kandungan lemak tinggi menghindarkan kita dari rasa lapar. Produk daging, keju, Produk susu berlemak tinggi, sour cream krim keju, mayones, mentega dan minyak adalah elemen sehat dalam diet rendah karbo.

2. Hindari Pasta, Roti dan Nasi 
Batasi asupan karbohidrat bersih per hari menjadi 2O gr. Hindari roti (2 lembar roti mengandung sekitar 24 gram karbohidrat bersih), nasi dan pasta. Jika berhasil menghindari itu semua kita boleh menambah asupan karbohidrat secara perlahan dan mengkonsumsi makanan yang tidak berdampak besar bagi gula darah.

3. Pilih Sayuran 
Jangan pernah menyentuh sayuran yang memiliki kandungan karbohidrat tinggi seperti jagung atau sayuran yang tumbuh dalam tanah. Sebaiknya pilih sayuran hijau seperti selada bayam dan aneka jenis kol. Batasi konsumsi seperti brokoli, paprika, kembang kol, okra, sekitar 140 gram per hari.

4. Waspadai Gula Terselubung 
Buah yang konon merupakan makanan sehat sebenarnya disesaki gula alias karbohidrat demikian juga dengan jus buah. Makanan lain yang mengandung konsentrasi gula adalah minuman bersoda, kue dan permen. Boleh pilih  soda diet, dan manisan bebas gula lain.

5. Makan Cukup
Tidak perlu batasi protein dan lemak karena rasa lapar akan menghilang dengan sendirinya saat bila kita makan dengan cara seperti itu yang perlu kita lakukan hanyalah berhenti setelah merasa kenyang.*** (Rin)

WJT / agn

Tidak Ada Komentar.


 

Berita Lainnya