backgroud
logo

Pendidikan

 

IDI Minta Pemerintah Pertimbangkan soal Buka Sekolah di Bulan Juli

IDI Minta Pemerintah Pertimbangkan soal Buka Sekolah di Bulan Juli

 
IDI Minta Pemerintah Pertimbangkan soal Buka Sekolah di Bulan Juli
IDI Minta Pemerintah Pertimbangkan soal Buka Sekolah di Bulan Juli. (detik.com)
WJtoday
Minggu, 17 Mei 2020 | 05:01 WIB
WJtoday, Jakarta - Ketua Satgas Covid-19 dari  Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Zubairi Djoerban, meminta pemerintah untuk mempertimbangkan kembali rencana mengembalikan kegiatan belajar mengajar di sekolah pada Juli nanti di tengah pandemi virus corona.

Zubairi mengungkapkan hal itu karena menduga kasus positif corona di Indonesia akan terus naik. Mengacu data per Sabtu (16/5/2020), ada 529 kasus baru dari hari sebelumnya sehingga jumlah kasus positif menjadi 17.025.

Dari data tersebut sebanyak 3.911 orang dinyatakan sembuh dan 1.089 pasien covid-19 meninggal dunia.

"Menurut dugaan saya kalau yang positif terus akan naik. Banyak ahli prediksinya antara 95 ribu di bulan ini sampai 106 ribu," ucap Zubairi, seperti dikutip CNNIndonesia,com, Sabtu.

Jika pemerintah dalam hal ini Kemendikbud tetap berkukuh untuk mengembalikan kegiatan belajar mengajar di sekolah, Zubairi menyarankan agar rencana tersebut dilakukan secara bertahap. Selain itu, Zubairi menilai perlu dilakukan evaluasi secara berkala setelah seluruh siswa dan siswi kembali masuk sekolah.

"Mungkin kalau mau memulai yang praschool dulu ya, yang TK dulu. Kemudian sampai kelas 6 [SD], kemudian selanjutnya yang lain, bertahap," kata dia.

Zubaedi juga mengatakan pemerintah baru bisa melonggarkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) termasuk rencana membuka sekolah kembali bila kasus meninggal karena covid-19 tercatat sudah turun.

"Ya nunggu angka kematian turun. Tapi kalau jumlah kasus kan hampir semua ahli sepakat bahwa kita ini sebenarnya sudah banyak cuma belum terdiagnosis," terangnya.

Sebelumnya Kemendikbud berencana mengembalikan kegiatan belajar mengajar di sekolah pada Juli 2020. Rencananya, itu akan diterapkan untuk sekolah di daerah yang sudah dinyatakan aman dari corona.

Plt. Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud, Muhammad Haris mengatakan pihaknya masih memetakan teknis pembelajaran di tengah corona.

Haris juga menyatakan pihaknya punya tiga skenario proses pendidikan di tengah wabah corona. Yang pertama, jika corona berakhir Juni, sekolah akan kembali dibuka minggu ketiga bulan Juli.

Yang kedua, jika corona baru berakhir September, maka siswa baru kembali ke sekolah setelah bulan tersebut. Terakhir jika corona berakhir sampai akhir tahun maka seluruh siswa akan melangsungkan Pembelajaran Jarak Jauh selama satu semester penuh. ***

WJT / pam

Tidak Ada Komentar.


 

Berita Lainnya