backgroud
logo

Opini

 

Aa Gym Kecewa Melihat Warga Berkerumun Saat Covid-19

Aa Gym Kecewa Melihat Warga Berkerumun Saat Covid-19

 
Aa Gym Kecewa Melihat Warga Berkerumun Saat Covid-19
Aa Gym Kecewa Melihat Warga Berkerumun Saat Covid-19. (pam/WJtoday)
yuga m hassani
Rabu, 20 Mei 2020 | 21:34 WIB
WJtoday, Bandung - Pimpinan Pondok Pesantren Daarut Tauhiid Bandung Abdullah Gymnastiar mengaku prihatin dengan masyarakat yang masih memenuhi pusat perbelanjaan menjelang Hari Raya Idul Fitri. 

Pria yang kerap disapa Aa Gym itu menilai masyarakat tersebut telah mengkhianati perjuangan untuk melawan virus corona (Covid-19).

"Aa kira sahabat-sahabat semua mempunyai perasaan yang sama, jengkel, kecewa, sedih, dan merasa dikhianati. Apalagi bagi kita yang sudah hampir tiga bulan berada di rumah, melihat kerumunan di airport (bandara), di pasar-pasar, dan di jalan-jalan, seakan-akan perjuangan dan pengorbanan kita terkhianati oleh mereka," tegasnya di akun instagram pribadinya, Rabu (20/5/2020). 

Menurutnya apalagi hal terssbut telah dilakukan bagi para dokter dan perawat yang mempertaruhkan nyawa, aparat yang siang-malam menjaga, lembaga pendidikan yang tutup, dan masjid maupun tempat ibadah yang menjadi sepi.

"Tapi kita harus tetap jernih, akal sehat harus tegak. Jangan sampai kita menirukan keburukan, dengan keburukan yang sama. Karena bagi kita, khususnya umat Islam, diam di rumah menjauhi kemudaratan adalah sebuah amal saleh perintah agama, bukan semata-mata PSBB," katanya.

Aa Gym pun mengungkapkan salah satu Hadist Rasulullah tentang bagaimana menghindari suatu wabah yang menular.

"Seperti sabda Nabi, hindarilah orang yang terkena lepra seperti kalian menghindari seekor singa. Menjauhi kemudaratan lebih diutamakan dari pada mendatangkan kemanfaatan. Tetap disiplin bertahan di rumah, ibadah pun tetap di rumah, kalau kita berada di zona merah, itu sesuai anjuran guru kita dari Majelis Ulama Indonesia (MUI)," jelasnya.

Pihaknya berharap dengan ketaatan bersama untuk tetap berada di rumah, Allah akan mengangkat wabah Corona. Menurutnya dengan adanya warga yang istiqomah, maka orang lain pun akan terbawa istiqomah.

"Allah pun mengangkat wabah dan kita bisa beribadah, sekolah, bekerja dengan benar di zaman baru, dan zaman yang lebih berkah," pungkasnya. ***

ymh / pam

Tidak Ada Komentar.


 

Berita Lainnya