backgroud
logo

Buletin

 

Menag : Lebaran Tidak Perlu Terima Tamu

Menag : Lebaran Tidak Perlu Terima Tamu

 
Menag : Lebaran Tidak Perlu Terima Tamu
Menag: Lebaran Tidak Perlu Terima Tamu. (KataData)
WJtoday
Kamis, 21 Mei 2020 | 18:28 WIB
WJtoday - Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi menyarankan Umat Islam di Indonesia tidak menerima tamu terlebih dahulu saat Lebaran, disarankan berlebaran bersama keluarga inti di rumah. Dia khawatir masih banyak orang tanpa gejala (OTG) yang tidak terdeteksi.

"Mungkin tamu yang datang membawa virus, karena banyak sekarang orang tanpa gejala," kata Fachrul Razi dalam keterangan pers secara langsung di laman YouTube BNPB, Kamis (21/05).

Imbauan ini dikeluarkan di tengah sikap sebagian masyarakat yang belakangan dilaporkan cenderung "longgar", walaupun kebijakan pembatasan sosial masih berlaku.

Belakangan dilaporkan terjadi kerumunan orang di pasar tradisional dan pusat perbelanjaan, yang dikhawatirkan terjadi pelonjakan kasus setelah Lebaran.

Lebih lanjut Menteri Agama mengatakan, silaturahmi dapat digelar melalui media sosial dan tidak harus bertemu secara fisik.

"Silaturahmi bukan karena kedekatan fisik, tapi karena kedekatan batin," ujar Fachrul. "Banyak medsos yang tersedia sekarang contoh melalui HP pun bisa."

Di Indonesia, selama Lebaran, ada tradisi saling berkunjung ke keluarga besar, tetangga, atau rekanan.

Praktik seperti ini kemungkinan besar akan berkurang selama wabah, walaupun tidak ada jaminan akan hilang sama-sekali.

Di sinilah, Fahcrul Razi kembali mengingatkan agar umat Islam agar tetap mematuhi protokol kesehatan selama lebaran.

Menag menyampaikan sejumlah pesan menyambut Lebaran 2020 di tengah pandemi virus corona. Di antaranya bahwa mudik tetap dilarang dan salat Id dilaksanakan di rumah.

Menag berpesan tujuh hal yang diharapkan menjadi pegangan umat muslim saat merayakan Lebaran. Tujuh hal itu, yang pertama Covid-19 tidak boleh mengurangi kegembiraan merayakan kemenangan dan kedua Fachrul Razi juga kembali menyatakan dengan "seruan dengan keras", agar masyarakat tidak mudik.

Selanjutnya, Menag juga mengimbau agar masyarakat tidak menggelar takbir keliling pada malam Idul Fitri. Takbiran bisa dilakukan di rumah, katanya.

"Namun, saya juga mengimbau masjid dan mushala tetap menggaungkan takbir melalui pengeras suara untuk memeriahkan malam Idul Fitri," tuturnya.

“Kemudian salat Id di rumah sehingga akhirnya tidak ditinggalkan bisa kita lakukan bersama keluarga inti. 

"Ibadah dan silaturahmi bisa dilakukan di rumah saja. Kegembiraan jangan sampai hilang tetapi tetap harus terhindar dari Covid-19," katanya.***

WJT / agn

Tidak Ada Komentar.


 

Berita Lainnya