backgroud
logo

Politik

 

Partai Gelora Akui Rekrut Banyak Kader PKS

Partai Gelora Akui Rekrut Banyak Kader PKS

 
Partai Gelora Akui Rekrut Banyak Kader PKS
Partai Gelora Akui Rekrut Banyak Kader PKS. (antara)
WJtoday
Jumat, 22 Mei 2020 | 05:07 WIB
WJtoday, Jakarta - Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia mendapat surat keputusan (SK) Menteri Hukum dan HAM bernomor M.HH-11.AH.11.01 tahun 2020 sebagai badan hukum partai politik, Selasa (19/5/2020). Gelora sah menjadi salah satu partai politik di Indonesia.

Partai yang dipimpin Anis Matta, mantan Presiden PKS,  sederet nama bekas partai dakwah juga menghiasi daftar pengurus Gelora. Dia beberapa waktu lalu menyatakan Partai Gelora terbentuk karena beberapa kader terlibat dalam pusaran konflik di internal PKS.

Berdasarkan dokumen SK Kementerian Hukum dan HAM bernomor M.HH-13.AH.11.01 tahun 2020 tentang Pengesahan Kepengurusan Partai Gelombang Rakyat Indonesia periode 2019-2024 yang diterima banyak nama-nama politikus eks PKS menjadi pengurus.

Sebut saja Fahri Hamzah yang menduduki posisi wakil ketua umum Partai Gelora. Fahri sendiri sempat berkonflik dengan Presiden PKS Muhammad Sohibul Iman. Konflik itu lantas membuat Fahri didepak sebagai kader PKS.

Kemudian mantan kader PKS Mahfudz Siddik yang menduduki posisi sekretaris jenderal Partai Gelora. Mahfudz sendiri sempat menjabat sebagai ketua Komisi I DPR dan Ketua Fraksi PKS DPR 2009-2014.

Ada pula nama Ahmad Riyaldi yang menjadi bendahara umum Partai Gelora. Riyaldi pernah menjabat sebagai Anggota Majelis Pertimbangan PKS periode 2009-2014 dan anggota DPR RI 2009-2014 dari PKS.

Selain itu, terdapat nama Triwisaksana yang menjabat sebagai anggota Majelis Permusyawaratan Nasional Partai Gelora. Sebelumnya, pria yang akrab disapa Sani itu pernah menjabat sebagai Anggota Majelis Syuro PKS. Ada pula mantan kader PKS Rofi Munawar dan Musyafa Ahmad Rahim.

Partai Gelora  pun mengakui merekrut banyak kader PKS untuk menempati jabatan di dewan kepengurusan partai, baik tingkat pusat maupun daerah. Bahkan sebagian besar dari mereka menjadi pimpinan di kepengurusan pusat dan daerah.

"Kalau jajaran di tingkat DPW atau provinsi, kabupaten/kota atau kita sebut DPD, itu memang harus diakui sebagian besarnya adalah mereka-mereka yang dulu pimpinan-pimpinan di PKS, itu harus kami akui juga," kata Sekretaris Jenderal Partai Gelora, Mahfudz Siddiq, seperti dikutip CNNIndonesia.com, Jumat (22/5/2020).

Meski begitu, Mahfudz mengatakan Gelora tidak akan sama dengan PKS dan partai Islam lainnya. Mereka akan mengusung ideologi Islam-nasionalis yang memungkinkan perekrutan kader dan pemilih yang lebih luas.

Dia juga berkata Gelora membuka diri untuk kalangan masyarakat lain. Dia menuturkan sebagian besar kader Gelora yang berada di tingkat kecamatan merupakan orang baru dalam dunia politik.

"Di tingkat kecamatan sekarang ada 4.600-an kecamatan atau DPC, 99 persen kader-kader baru. Jadi rekrutan baru yang sebelumnya tidak pernah terlibat di partai politik, termasuk PKS," ujar Mahfudz.

Mahfudz menyebut saat ini Gelora telah mendirikan kepengurusan di 484 kabupaten/kota dan 4.600 kecamatan. Mereka menargetkan pendirian kepengurusan baru di 30 kabupaten/kota dan 2 ribu kecamatan hingga 2021.

"Fokus Gelora sekarang 2020-2021 melengkapi semua struktur, merekrut fungsionaris-fungsionaris yang handal, dan nanti ya tahapan berikutnya memperluas basis dukungan sosialnya," terangnya.

Tak hanya bekas kader PKS, Partai Gelora juga diisi politikus dari partai lain, seperti Deddy Mizwar. Mantan wakil gubernur Jawa Barat itu menjabat sebagai Ketua DPP Bidang Seni dan Budaya Partai Gelora.

Sebelum bergabung ke Partai Gelora, Deddy sempat bergabung ke Partai Demokrat. Bergabungnya Deddy turut mengejutkan petinggi Partai Demokrat.

Ketua Bappilu Partai Demokrat, Andi Arief bahkan menyebut Partai Gelora sebagai akronim dari gelanggang orang rapuh. Sebab, diisi oleh sosok-sosok yang pernah bermukim di partai politik lain.

Direktur Eksekutif Lembaga Survei Median, Rico Marbun juga masuk dalam kepengurusan Partai Gelora. Ia menduduki jabatan sebagai Ketua Badan Pemenangan Pemilu Partai Gelora.

Selain itu, ada Ratieh Sanggarwaty yang menjabat sebagai Ketua DPP Bidang Pelayanan Sosial. Ratieh dikenal sebagai mantan model dan peragawati terkenal di era tahun 80-an yang belakangan sempat menjadi anggota DPR dari PPP sisa jabatan 2014-2019. ***

WJT / pam

Tidak Ada Komentar.


 

Berita Lainnya