backgroud
logo

Internasional

 

Wabah Covid-19 di Brasil Memburuk

Wabah Covid-19 di Brasil Memburuk

 
Wabah Covid-19 di Brasil Memburuk
Makam korban meninggal akibat virus korona covid-19 di Brasil. (AFP)
WJtoday
Jumat, 22 Mei 2020 | 13:34 WIB
WJtoday -  Brasil mencatat 888 lebih banyak kematian dari virus korona, meningkatkan jumlah kematian akibat covid-19 menjadi 18.859 jiwa.
 
“Ada juga 19.954 kasus baru terdaftar selama 24 jam terakhir, sehingga total positif terinfeksi covid-19 menjadi 291.579. Sedangkan warga yang pulih mencapai 116.683,” menurut Kementerian Kesehatan, seperti dikutip Anadolu, Kamis, 21 Mei 2020.
 
Bermula di Wuhan, Tiongkok, Covid-19 penyakit yang disebabkan oleh virus korona, telah menyebar ke sedikitnya 188 negara dan wilayah. Eropa dan AS saat ini yang terparah terkena imbas wabah.

Presiden Jair Bolsonaro telah banyak dikritik karena penanganan wabahnya. Mantan kapten tentara itu telah lama mengecam langkah-langkah jaga jarak sosial. Dia justru berdebat untuk membuka kembali ekonomi.
 
Dia juga menjadi pendukung yang kuat untuk obat malaria chloroquine sebagai obat yang mungkin untuk Covid-19. Meskipun ada peringatan dari para ahli kesehatan tentang risiko.
 
Pada Rabu, Kementerian Kesehatan Brasil mengeluarkan pedoman baru untuk penggunaan yang lebih luas dari obat antimalaria dalam kasus coronavirus ringan.
 
Menteri Kesehatan Sementara Eduardo Pazuello, seorang jenderal angkatan darat yang aktif, mengesahkan protokol yang dimodifikasi itu setelah dua dokter terlatih meninggalkan pekerjaan utama kementerian di bawah tekanan untuk mempromosikan penggunaan chloroquine dan hydroxychloroquine.
 
"Kami berperang. Lebih buruk dari kekalahan akan memalukan karena tidak melakukan perlawanan," ujar Bolsonaro melalui Twitter.
 
Bolsonaro pun masih terus menjelaskan keputusan pemerintah untuk mengedepankan obat-obatan tanpa bukti efektivitasnya.
 
Universitas Johns Hopkins pada Kamis 21 Mei 2020 menyebutkan virus ini telah menginfeksi warga dunia hingga 5.000.561 orang dan menyebabkan 328.191 kematian. Adapun warga yang sembuh mencapai 1.89.675 orang.***
 

WJT / agn

Tidak Ada Komentar.


 

Berita Lainnya