backgroud
logo

Opini

 

Perlu Langkah Tegas Terhadap Pelanggar PSBB

Perlu Langkah Tegas Terhadap Pelanggar PSBB

 
Perlu Langkah Tegas Terhadap Pelanggar PSBB
Buky Wibawa: Perlu Langkah Tegas terhadap Pelanggar PSBB. (WJtoday/Yoga Enggar)
WJtoday
Jumat, 22 Mei 2020 | 15:37 WIB
WJtoday, Bandung - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Barat (Jabar) Buky Wibawa meminta aparat penegak hukum mengambil langkah-langkah tegas kepada semua pihak yang melakukan pelanggaran terhadap Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan protokol kesehatan.

“PSBB masih berlaku tetapi masyarakat juga masih belum begitu banyak yang mematuhi, masih ada yang maksa shoping, berkerumun di tempat perbelanjaan, maksa mudik. " kata Buky, di Bandung, Jumat (22/5/2020).

"Bagaimana pun tugas-tugas kita semua untuk bisa menjamin bahwa tidak akan ada gelombang kedua,”  imbuhnya.

Buky juga mengungkapkan merasa prihatin manakala melihat di media sosial beredar gambar atau video aktivitas masyarakat menjelang lebaran yang kembali memenuhi tempat-tempat perbelanjaan.

Karena menurutnya jelas hal tersebut melanggar aturan PSBB, dan masih ada masyarakat yang tidak mematuhi protokol kesehatan.

Namun, dia menekankan, yang sangat dikhawatirkan adalah apabila masyarakat masih kurang begitu peduli dengan risiko yang akan terjadi.

“Masih ramai, masih sering kumpul-kumpul, masih sering melakukan aktivitas yang sebenarnya bisa ditahan dulu/bisa dihindari dulu,” ujar legislator dari Partai Gerindra ini.

Saat ini lanjut Buky, adalah waktu krusial buat semua. Menjelang lebaran dan usai lebaran  adalah saat-saat kritis.

“Kalau kita ingin segera memutus mata rantai penularan, kalau kita ingin segera kembali kepada kehidupan yang new normal, maka 2 minggu terakhir ini adalah waktu yang terbaik,” kata Buky.

Dia pun berpendapat, energi, tenaga, biaya, waktu, kelelahan sudah sangat besar. Diutarakannya, data dari salah satu kementerian menyebut sebanyak 81% masyarakat itu ingin segera mengakhiri PSBB.

“Tetapi tidak mungkin bisa mencabut PSBB apabila masyarakat masih belum patuh. Sekali lagi, tingkat kepatuhan ini penting sekali,” tegasnya.

Buky mengingatkan, potensi ancaman berikutnya setelah lebaran adalah kembalinya sebagian warga ke kota-kota besar, seperti Bandung dan Jakarta, dari kampung halaman.

Ia menjelaskan bahwa warga yang sebelum diputuskan tidak boleh mudik atau dilarang mudik namun sudah terlanjur kembali ke kampung halaman.

“Karena kita sangat khawatir apabila ada dari daerah-daerah yang sekarang menjadi kawasan episentrum baru, lantas mereka menuju ke kota dan nantinya di antara mereka juga sebagai carrier/pembawa virus,” ujarnya.

Menurutnya hal ini tentu akan sangat disayangkan dan seluruh tenaga yang dikeluarkan akan menjadi sia-sia.

Untuk itu Buky sangat berharap Gugus Tugas provinsi dan kabupaten/kota di Jabar bisa bekerja sama, unsur Polri dibantu TNI, Satpol PP, betul-betul menegakkan aturan.

“Betul-betul bisa tegas menerapkan aturan agar bisa mencegah terjadinya penularan,” pungkasnya. ***

WJT / pam

Tidak Ada Komentar.


 

Berita Lainnya