backgroud
logo

Daerah Jabar

 

Pemkot Bandung Ancam Segel Bangunan Pusat Perbelanjaan Yogya Jika Membandel

Pemkot Bandung Ancam Segel Bangunan Pusat Perbelanjaan Yogya Jika Membandel

 
Pemkot Bandung Ancam Segel Bangunan Pusat Perbelanjaan Yogya Jika Membandel
Pemkot Bandung Ancam Segel Bangunan Pusat Perbelanjaan Yogya Jika Membandel. (humas.bandung.go.id)
WJtoday
Jumat, 22 Mei 2020 | 20:41 WIB
WJtoday, Bandung - Ketua Harian Gugus Tugas Covid-19 Kota Bandung, Ema Sumarna menyegel area non pangan di tiga pusat perbelanjaan di Kota Bandung, Jumat (22/5/2020). Ketiganya yaitu Yogya Antapani, Yogya Katamso, dan Riau Junction.

Ema menegaskan, pada masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hingga 29 Mei mendatang, toko yang diperbolehkan beroperasi hanya yang menyediakan bahan pangan, obat-obatan, layanan perbankan, dan toko bahan bangunan.

“Selama yang dijualnya sesuai aturan, silahkan. Tapi kalau untuk baju, piring, kosmetik, saya tutup. Saya yakin walaupun belum ke Yogya Kepatihan, tetapi karena satu manajemen, saya kira bisa jadi mengikuti,” kata Ema di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana.

Ema pun memastikan akan terus mengawasi pusat perbelanjaan tersebut. Apabila tetap membandel, maka bakal menyegel bangunan secara keseluruhan.

“Saya tugaskan orang kecamatan dan orang Disdagin (Dinas Perdagangan dan Perindustrian) itu setiap hari harus piket. Kalau melanggar maka tindakan berikutnya yang akan ditutup itu gedungnya,” ungkapnya.

Bahkan Ema mengancam akan menahan rekomendasi perpanjangan Izin Usaha Pusat Perbelanjaan (IUPP) atau bahkan mencabut izinnya sekalian. 

“Kalau membandel, sesuai Perwal 29 Tahun 2020, saya perintahkan Kadisdagin kalau ini membandel jangan direkomendasikan perpanjangan IUPP dan cabut izinnya. Itu aturan yang ada,” tegasnya. 

Minimalisir Pergerakan Orang
Ema juga meminta kepada aparat kewilayahan di tingkat kecamatan dan kelurahan lebih gencar mengimbau agar warganya tidak mudik. Termasuk juga meminta warga tetap berada di rumah saat Hari Raya Idulfitri 1441 hijriah

“Sekarang ada arus mudik ini kita harus perketat inventarisasi, kalau tidak ya kita jebol. Kita tidak ingin ada berita tidak bagus. Seperti ada yang terpapar karena dari mudik,” ucap Ema.

Ema memaparkan untuk memutus penyebaran virus corona yakni dengan meminimalisir interaksi. Oleh karenanya, ia juga meminta agar warga sadar dan terbuka untuk melapor apabila terlanjur pergi ke kampung halaman.

“Masa kita menghalang-halangi orang yang sudah datang. Terpenting harus terdata. Jangan menyebarkan penyakit. Mereka harus isolasi,” tegasnya.

Ema juga sudah meminta agar aparat kewilayahan di tingkat kecamatan untuk menyiapkan tempat khusus isolasi. Tempat ini sebagai antisipasi apabila ada warga yang tidak memiliki sarana prasarana memadai untuk isolasi mandiri.

Ema menuturkan, Dinas Kesehatan Kota Bandung mengirim 20 oang ke Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Barat untuk isolasi. Hal itu mengingat Orang Dalam Pemantauan (ODP) tersebut tidak menunjang untuk isolasi mandiri di tempat tinggalnya.

“Kita juga mintakan di kecamatan kalau memungkinkan untuk melakukan isolasi di tingkat kecamatan. Saya yakin di kecamatan pasti ada. Contohnya Sukajadi yang mengusulkan ada gedung milik Kemendagri," tutur Ema.

Ema juga menyatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung kini terus berupaya bisa merealisasikan penggunaan RS. Edelweiss dan Gedung PPSDM Jalan Sangkuriang. ***

WJT / pam

Tidak Ada Komentar.


 

Berita Lainnya