backgroud
logo

Kabar DPRD Jabar

 

Tidak Sesuai Jargon Jabar Juara Lahir Batin, Legislator Soroti Program Dinas ESDM

Tidak Sesuai Jargon Jabar Juara Lahir Batin, Legislator Soroti Program Dinas ESDM

 
Tidak Sesuai Jargon Jabar Juara Lahir Batin, Legislator Soroti Program Dinas ESDM
Dinilai Tidak Sesuai Jargon Jabar Juara Lahir Batin, Buky Wibawa Soroti Program Dinas ESDM . (istimewa/dok pribadi)
yuga m hassani
Sabtu, 23 Mei 2020 | 15:10 WIB
WJtoday, Bandung - Sekretaris Komisi IV DPRD Jabar Buky Wibawa Karya Guna menyoroti program Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) yang dinilai belum sesuai dengan jargon Jabar Juara Lahir Batin dengan inovasi dan kolaborasi.

Selain itu, pihaknya menyebut bahwa program Dinas ESDM belum ada yang berkelanjutan memikirkan bagaimana sumber-sumber energi terus dikembangkan. Apalagi menurutnya faktor energi adalah faktor yang sangat penting kedepannya.

"Saya punya pemikiran, jadi program di Dinas ESDM itu memang harus juga nyantel ke jargon Jabar juara dengan Inovasi dan kolaborasi itu. Jadi saya sempat nyampein juga ke kepala dinasnya, jadi dibutuhkan keberanian untuk membuat terobosan-terobosan. Bahkan saya menyampaikan bahwa Jawa Barat itu harus mencanangkan sebagai provinsi energi terbarukan," ucap Buky kepada wjtoday.com, Sabtu (23/5/2020).

Melihat situasi sulit di tengah pandemi Covid-19, pihaknya menegaskan semua tidak bisa terus-terusan berpangku dalam situasi sulit. Kemudian dengan adanya Covid-19, tidak bisa semua tidak membuat ide-ide baru dalam pembangunan. 

"Kita nggak bisa terus diam dalam pesakitan, kan gitu. Ya tetap kita harus memikirkan gimana pembangunan itu berjalan terus," tegasnya.

Buky menjelaskan sekarang ini memang Dinas ESDM sedang mengembangkan sumber energi tenaga surya. Namun menurutnya tidak bisa terpaku kepada satu program tersebut.

"Memang yang lain ada misalnya dengan panas bumi, itu juga tapi kan panas bumi itu harus diperhatikan juga. Misalnya mengenai efek-efek yang ditimbulkan, salah satunya kerusakan lingkungan dan sebagainya mungkin itu juga bisa terjadi," jelasnya.

Pihaknya menyebutkan seharusnya Dinas ESDM bisa mengembangkan salah satunya energi terbarukan dengan sumber nabati. Memang menurutnya Jabar belum serius ke arah tersebut.

"Dulu sepertinya kita kan trauma, karena dulu pernah ada program minyak jarak itu sempat booming tapi gagal. Jadi kalau kita ngomongin sumber energi baru dengan dengan dasar bahan baku nabati, sepertinya ko seperti trauma, dengan kegagalan-kegagalan buah jarak itu," katanya.

Buky menuturkan Jawa Barat itu iklimnya memang harus bisa dimanfaatkan untuk energi terbarukan. Dirinya memberi contoh yang bisa diusung adalah dengan program arennisasi.

"Bagaimana kita bisa memanfaatkan apa yang ada di pohon aren, itu kan di nira nya itu menjadi bahan baku energi terbarukan. Sehingga jabar itu memungkinkan kalau misalnya secara masif kita ada program arenisasi," ungkapnya.

Melihat hal tersebut, Buky melihat akan terjadi adanya kolaborasi antar dinas, misalnya dinas ESDM dengan Dinas Kehutanan.

"Karena kan kita tahu lingkungan hidup di Jawa Barat ini parah. Nah bisa dengan arennisasi itu, apakah mungkin dibikin program terintegrasi lintas dinas," ujar pria yang juga politisasi Partai Gerindra Persatuan.

Selain itu, dirinya menilai dengan aren tersebut juga akan membantu masyarakat petani di sekitarnya. Karena menurutnya tidak ada yang terbuang dari aren itu. 

"Ke depan seandainya misalnya energi terbarukan dengan bahan baku Aren ini misalnya tidak menguntungkan, aren masih bisa diproduksi dalam bentuk gula dan sebagainya. Jadi saya kira ini harus kita gulirkan, sehingga kedepan Jawa Barat itu menjadi pionir di sektor energi terbarukan," pungkasnya. ***

ymh / pam

Tidak Ada Komentar.


 

Berita Lainnya