backgroud
logo

Daerah Jabar

 

Pemkot Bandung Batasi Ziarah Kubur untuk 3 Orang

Pemkot Bandung Batasi Ziarah Kubur untuk 3 Orang

 
Pemkot Bandung Batasi Ziarah Kubur untuk 3 Orang
Pemkot Bandung Batasi Ziarah Kubur untuk 3 Orang. (PR)
WJtoday
Senin, 25 Mei 2020 | 08:26 WIB
WJtoday - Memasuki Hari Raya Idulfitri 1441 Hijriah, tren penambahan kasus virus corona atau Covid-19 di Kota Bandung justru mengalami kenaikan.

Jawa Barat memperpanjang masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) hingga 29 Mei 2020 justru menjadi wilayah dengan kasus penambahan virus corona harian terbanyak.

Menyusul tren kenaikan kasus yang bertepatan dengan momen perayaan Idulfitri 1441 H, tradisi ziarah kubur saat Lebaran diminta untuk ditunda terlebih dahulu.

"Ziarah kubur rutin dilakukan tiap tahun di TPU Kota Bandung, Pemkot mengimbau tidak dulu melakukan ziarah kubur pada Lebaran tahun ini," kata Sekretaris Dinas Penataan Ruang (Distaru) Kota Bandung, Agus Hidayat seperti dikutip WJtoday dari On Air di Radio PRFM 107.5 News Channel pada Minggu 24 Mei 2020.

Namun demikian, Agus mengatakan pihaknya juga masih memberikan toleransi dan izin bagi umat muslim yang hendak melaksanakan ziarah kubur maksimal untuk tiga orang saja.

Maka dari itu, semua Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kota Bandung tidak ditutup.

"Kita tetap buka TPU, kalau terpaksa (harus ziarah) maksimal tiga orang," kata Agus.

Agus pribadi mengharapkan masyarakat untuk tidak melakukan ziarah kubur, dan menganjurkan untuk berdoa di rumah saja.

"Diharapkan tidak melakukan itu (ziarah kubur) karena berdoa di rumahpun sama-sama afdalnya," ucapnya.

Adapun Agus menuturkan ada hal yang dikecualikan, yakni ketika ada keluarga yang meninggal. Mereka diizinkan mengantar ke pemakaman, namun dibatasi hanya untuk lima orang.

Mengenai standar pemakaman di tengah pandemi Covid-19, ia melanjutkan jika jenazah adalah pasien Covid-19 maka harus dimakamkan dengan standar pemulasaran Covid-19.

Bukan hanya itu, semua orang yang terlibat dalam proses pemakaman wajib mengenakan alat pelindung diri (APD) sebagai upaya meminimalisasi penyebaran virus corona.

"Kalau bukan pasien Covid-19, petugas pemakaman pakai masker, tapi tidak usah mengenakan APD," kata Agus.***

WJT / agn

Tidak Ada Komentar.


 

Berita Lainnya