backgroud
logo

Daerah Jabar

 

Hari Kedua Idulfitri, Warga Padati TPU Rancacili di Tengah Pandemi Covid-19

Hari Kedua Idulfitri, Warga Padati TPU Rancacili di Tengah Pandemi Covid-19

 
Hari Kedua Idulfitri, Warga Padati TPU Rancacili di Tengah Pandemi Covid-19
Hari Kedua Idul Fitri, Warga Padati TPU Rancacili di Tengah Pandemi Covid-19. (wjtoday.com/yuga hasani)
yuga m hassani
Senin, 25 Mei 2020 | 14:05 WIB
WJtoday, Bandung - Pada hari kedua perayaan Idul fitri sejumlah warga masih memadati Tempat Pemakaman Umum (TPU) Rancacili, Jalan Derwati, Kecamatan Rancasari, Kota Bandung, Senin (25/5/2020).

Warga berbondong-bondong medatangi makam untuk berziarah mendoakan keluarga yang telah berpulang, meski saat ini dalam kondisi pandemi Covid-19, dan saat pembatasan sosial berskala besar (PSBB) masih diberlakukan.

Salah satu warga Riung Bandung Faisal Insan mengatakan bahwa mendoakan keluarga yang telah tiada itu adalah hal yang wajib. Menurutnya apalagi dilakukan langsung dimakam keluargnya.

"Kami memang sudah tradisi datang ke makam untuk melakukan doa bagi keluarga yang telah tiada. Namun memang karena kondisi seperti ini, kami harus tetap menjaga jarak dan membawa hand sanitizer untuk pencegahan Covid-19," ujarnya kepada wjtoday.com.

Ia menjelaskan walaupun ada anjuran pemerintah untuk tetap di rumah, namun tetap rasa rindu dengan keluarga akan terjadi, terutama kepada yang telah tiada.

"Dari pada doa di rumah, ya kan mending kesini juga. Lagian hanya setaun sekali ko, tidak sering," tegasnya.

Meski Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung sudah mengintruksikan untuk membatasi para peziarah minimal 3 orang, namun warga tetap memadati TPU. Bahkan tidak hanya warga yang berziarah, beberapa pedagang pun terlihat berkerumun.

Dalam kesempatan yang sama, salah satu warga asal Margahayu Raya Jeje Nandarudin menuturkan menegaskan seharusnya pemerintah atau aparat setempat bisa melakukan pengamanan di seputar pemakaman.

"Ya ditengah Covid ini memang seharusnya pemerintah atau aparat hadir langsung untuk mengamankan. Dengan ini kan banyak warga yang berkerumun. Coba kalau ada aparat mungkin bisa dilakukan secara berurutan," katanya.

Jeje mengatakan memang anjuran pemerintah untuk diam di rumah bagus. Namun menurutnya tetap masyarakat akan datang ke makam untuk melakukan doa.

"Karena ini naluri untuk berdoa dan langsung datang ke makam. Maka lebih baik aparat menjaga di makam," jelasnya.

Pantauan wjtoday.com, sejumlah warga memadati kawasan TPU Rancacili sejak pagi hari. Tidak hanya warga yang berziarah, warga yang sengaja berjualan bunga pun sangat padat. Selain itu beberapa pengemis ikut datang untuk mendapatkan keuntungan. ***

ymh / pam

Tidak Ada Komentar.


 

Berita Lainnya