backgroud
logo

Gaya Hidup

 

Covid-19 Masih Belum Berakhir, Waspada Musim Pancaroba

Covid-19 Masih Belum Berakhir, Waspada Musim Pancaroba

 
Covid-19 Masih Belum Berakhir, Waspada Musim Pancaroba
Covid-19 Masih Belum Berakhir, Waspada Musim Pancaroba . (Shutterstock)
WJtoday
Minggu, 28 Juni 2020 | 06:24 WIB
WJtoday - Menurut situs resmi BMKG, puncak musim kemarau di Indonesia terjadi pada bulan Juli hingga September. BMKG juga memprediksi bahwa musim kemarau tahun 2020 cenderung lebih basah dari musim kemarau tahun 2019. Saat ini beberapa kota masih mengalami musim pancaroba atau peralihan dari musim hujan menuju musim kemarau.

Musim pancaroba ditandai dengan perubahan suhu dan cuaca yang ekstrem. Siang hari udara terasa panas, sedangkan malam hari udara sangat dingin disertai angin yang lebih kencang dari biasanya. Musim pancaroba juga identik dengan hadirnya penyakit diare, demam tifoid (tifus), demam berdarah, dan juga flu. Penyakit tersebut menyerang tubuh manusia dengan sistem imun yang lemah. Di sisi lain, musim pancaroba kali ini terjadi di tengah situasi pandemi corona. Dimana virus corona juga menyerang sistem imun tubuh serta mewabah di seluruh dunia sejak awal tahun 2020 lalu.  

Covid-19 masih belum berakhir, faktanya jumlah pasien baru yang terjangkit virus corona terus bertambah di beberapa daerah episentrum. Dengan demikian, mengutamakan kesehatan masyarakat dirasa lebih penting sehingga penerapan new normal di Indonesia harus dikaji lebih dalam untuk menghindari second wave dari siklus pandemi. New normal atau normal baru ialah suatu tatanan untuk beradaptasi dengan pola hidup baru guna mengembalikan aktivitas sosial maupun ekonomi dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Lalu bagaimana cara menjaga sistem imun agar tubuh tetap sehat pada musim pancaroba di tengah pandemi corona? Berikut tipsnya:

1. Konsumsi Makanan Bergizi Seimbang
Makan makanan yang bergizi seimbang dapat membantu meningkatkan imun tubuh. Sehingga tubuh tidak rentan terjangkit penyakit. Usahakan penuhi kebutuhan karbohidrat, protein, dan lemak dalam kadar seimbang. Perbanyak konsumsi makanan kaya antioksidan yang banyak terkandung dalam sayur dan buah. Hindari makanan cepat saji atau tinggi lemak.
 
2. Jangan Lupa Cukupi Kebutuhan Air Minum
Pada situasi pandemi maupun musim pancaroba, pemenuhan kebutuhan air minum sangat penting. Hal ini bertujuan agar tubuh tidak kekurangan cairan atau dehidrasi. Kondisi demikian akan membuat tubuh lebih rentan terhadap kuman dan virus penyebab penyakit. Penuhi kebutuhan air minum sebanyak delapan gelas setiap hari serta kurangi minuman bersoda, tinggi gula atau kafein, karena mudah membuat perut kembung.

3. Istirahat Cukup
Istirahat cukup membuat sistem kekebalan tubuh meningkat. Tidur adalah waktu yang paling efektif untuk mengistirahatkan tubuh, sehingga tubuh mampu memulihkan dan memperbaiki fungsi-fungsi penting termasuk sistem imun tubuh. Bagi orang dewasa, istirahat yang cukup dengan tidur selama kurang lebih 7-8 jam setiap malam.

Selama masa karantina di rumah, kita punya banyak waktu istirahat untuk tidur. Namun perlu diketahui bahwa terlalu banyak menghabiskan waktu untuk tidur juga tidak baik. Tubuh menjadi mudah lelah, terserang sakit kepala atau migrain, masalah kenaikan berat badan dan meningkatkan resiko depresi.

4. Rutin Olahraga
Olaharaga selama 30 menit setiap hari dapat membantu mengoptimalkan sistem kekebalan tubuh dan meningkatkan fungsi tubuh. Ada banyak cara untuk tetap berkeringat jelang masa new normal. Tren olahraga terbaru ialah bersepeda dan jogging untuk menjaga tubuh tetap bugar selama pandemi. Namun tetap harus mematuhi protokol kesehatan.

5. Jaga Kebersihan Diri Dan Lingkungan
Menjaga kebersihan diri dengan menerapkan kebiasaan cuci tangan pakai sabun selama 20 detik menjadi hal wajib di tengah situasi pandemi. Selain diri sendiri, kebersihan lingkungan sekitar juga tidak kalah penting. Tempat yang kotor adalah sarang favorit bagi hewan pembawa virus dan bakteri penyebab penyakit.

6. Hindari Stres
Stres adalah ancaman terbesar bagi kekebalan tubuh seseorang. Kekhawatiran akan ketidakpastian dan juga kepanikan saat wabah virus corona melanda Indonesia bisa sebabkan menurunnya sistem kekebalan tubuh. Padahal sistem imun yang kuat adalah benteng alami tubuh melawan virus penyebab penyakit. Ada banyak kegiatan yang membuat tubuh merasa rileks dan terhindar dari stres. Membaca, mendengarkan musik, menonton film atau bermain dengan hewan peliharaan adalah beberapa kegiatan yang sering kita lakukan selama karantina untuk mengusir rasa jenuh dan stres selama pandemi.

7. Konsumsi Minuman Herbal Bila Perlu
Pandemi corona dan musim pancaroba adalah dua hal yang mampu mengancam imunitas tubuh. Mengonsumsi vitamin untuk tingkatkan imunitas tubuh bisa jadi pilihan banyak orang saat ini. Namun, tahukah Anda bahwa nenek moyang kita punya ramuan paling manjur untuk tingkatkan daya tahan tubuh.

Minuman herbal ini diperoleh dari rempah-rempah khas Indonesia seperti kunyit, temulawak, jahe, dan juga sereh yang merupakan ramuan andalan orang zaman dulu sebelum terciptanya obat. Air rebusan rempah-rempah tersebut berfungsi sebagai detoksifikasi untuk mengeluarkan racun dalam tubuh. Bukankah lebih baik mencegah daripada mengobati.


Itulah beberapa tips yang bisa Anda lakukan untuk menjaga imunitas tubuh di tengah musim pancaroba dan pandemi corona yang belum menemui titik akhir ini. Jaga tubuh Anda tetap fit untuk sambut new normal life.***

WJT / agn

Tidak Ada Komentar.


 

Berita Lainnya