backgroud
logo

Daerah Jabar

 

Wabup Telusuri Laporan 12 Warga Garut Berwisata Pakai Surat Hasil Tes Cepat Palsu

Wabup Telusuri Laporan 12 Warga Garut Berwisata Pakai Surat Hasil Tes Cepat Palsu

 
Wabup Telusuri Laporan 12 Warga Garut Berwisata Pakai Surat Hasil Tes Cepat Palsu
ilustrasi. (tribun news)
WJtoday
Selasa, 30 Juni 2020 | 06:27 WIB
WJtoday, Garut - Wakil Bupati Garut Helmi Budiman segera menelusuri adanya laporan warga Garut yang menggunakan surat hasil tes cepat yang diduga palsu saat berwisata ke Pantai Pangandaran di Kabupaten Pangandaran karena menyalahi aturan protokol kesehatan.

"Nanti saya panggil Dinas Kesehatan (Dinkes)-nya, itu kan tidak beretika karena harusnya memberi keterangan yang benar, nanti saya panggil," kata Helmi kepada wartawan di Garut, Senin.

Helmi menjelaskan berdasarkan laporan awal ada 12 wisatawan asal Kabupaten Garut yang memakai surat keterangan hasil tes cepat palsu agar bisa masuk berwisata ke Pantai Pangandaran.

Dia menyesalkan adanya laporan penggunaan hasil tes cepat palsu yang dilakukan oleh warga Garut, di mana perbuatan itu seharusnya tidak perlu dilakukan hanya alasannya ingin berwisata.

"Kalau itu benar memalsukan surat keterangan atau apapun bentuknya, saya sangat menyesalkan," katanya.

Ditambahkannya, Pemkab Garut saat ini sudah tidak melakukan lagi tes cepat karena hasilnya tidak akurat, tetapi sudah melakukan tes usap (swab) yang dianggap lebih akurat hasilnya.

"Memang 'rapid test' ini sudah terbatas, kami tak sediakan lagi," katanya.

Selain itu, ia mengimbau masyarakat Garut untuk tidak berwisata ke luar kota karena saat ini masih terjadi wabah COVID-19.

"Manfaatkan saja wisata lokal, orang luar daerah saja banyak yang ke Garut," ujarnya.

Sebelumnya petugas Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Pangandaran menemukan adanya surat keterangan tes cepat dari wisatawan, setelah dicek diduga ada yang ganjal dan dianggap sebagai surat palsu. ***

WJT / pam

Tidak Ada Komentar.


 

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Lainnya