backgroud
logo

Gaya Hidup

 

Kanye West Idap Bipolar, Kenali Tanda, Tipe, dan Penyebabnya

Kanye West Idap Bipolar, Kenali Tanda, Tipe, dan Penyebabnya

 
Kanye West Idap Bipolar, Kenali Tanda, Tipe, dan Penyebabnya
Kanye West Idap Bipolar, Kenali Tanda ,Tipe dan Penyebabnya. (Getty)
WJtoday
Jumat, 24 Juli 2020 | 09:29 WIB

WJtoday.com - Baru-baru ini kita dibuat kaget dengan pengakuan dari Kim Kadarshian  bahwa suaminya Kanye West mengidap gangguan jiwa bipolar.

Penyakit gangguan psikologis ini bisa menyerang siapa saja. Banyak orang dengan gangguan psikologis bipolar tidak merasa bahwa mereka sedang mengalami bipolar atau biasa disebut dengan bipolar disorder. Ini merupakan penyakit psikologi yang bisa dikenali dengan perubahan mood seperti depresi, sedih mendalam, dan mudah tersinggung.

Gangguan bipolar adalah gangguan mental yang ditandai dengan perubahan emosi yang drastis. Seseorang yang menderita bipolar dapat merasakan gejala mania (sangat senang) dan depresif (sangat terpuruk).

Gangguan bipolar umumnya ditandai dengan perubahan emosi yang drastis, seperti:

-Dari sangat bahagia menjadi sangat sedih.
-Dari percaya diri menjadi pesimis.
-Dari bersemangat menjadi malas beraktivitas.

Setiap fase emosi dapat berlangsung dalam hitungan minggu atau bulan. Bukan hanya pada orang dewasa, gangguan bipolar juga bisa terjadi pada anak.

Penyebab Gangguan Bipolar
Penyebab pasti terjadinya gangguan bipolar belum diketahui. Namun, terdapat dugaan bahwa gangguan bipolar merupakan dampak dari adanya gangguan pada senyawa alami yang berfungsi menjaga fungsi otak (neurotransmitter). Gangguan pada neurotransmitter   itu sendiri diduga dipicu oleh beberapa faktor, seperti:
Genetik, Sosial, Lingkungan.


Tipe Bipolar Disorder
Dilansir dari minddisorders.com, berdasarkan standar kesehatan mental Amerika Serikat, ada 4 jenis berbeda gangguan bipolar, yaitu:

1.Gangguan bipolar 1ditandai dengan manik depresif, yaitu adanya perubahan mood yang cenderung drastis. Penderita bisa mengalami 'mania', yaitu kesenangan dan kegembiraan yang berlebihan, over aktivitas fisik, banyak bicara, hingga penurunan kebutuhan tidur.

2. Bipolar 2, penderita depresi bipolar cenderung memiliki energi yang sangat rendah, kesehatan mental dan fisik yang agak terbelakang. Hal ini diikuti dengan kelelahan yang berlebihan karena hipersomnia, yaitu gangguan tidur yang ditandai oleh kebutuhan untuk tidur berlebihan atau kantuk yang tiba-tiba.

3.Cyclothymia yaitu kegembiraan yang berlebihan dalam jangka waktu lama dengan gejala depresi yang tidak begitu kentara. Bahkan mungkin orang dengan gangguan ini tidak terlihat depresi sama sekali. Namun pada akhirnya, penderita cyclothymia akan mengembangkan bipolar 1 atau 2 yang parah.

4. Bipolar NOS ini merupakan bipolar yang tidak teridentifikasi. Dalam arti, mereka mengalami beberapa gejala bipolar, namun bisa muncul dna hilang, atau mengalami gejala gangguan mental yang hampir sama dengan bipolar namun tidak spesifik dan tidak mudah dikenali seperti gejala bipolar lain.

Pengobatan yang teratur dan konsultasi dengan psikolog dan psikater akan membantu kesembuhan penderita bipolar disorder. Psikiater bisa mengembalikan kondisi seperti orang normal, psikiater akan memberikan edukasi atau awareness atas apa yang ia lakukan. Yang terpenting penderita bipolar disorder memperoleh kualitas hidup yang baik akan mengurangi risiko dari penyakit ini.

Masalah kesehatan jiwa dan mental bukanlah masalah yang sepele. Jangan biarkan hal ini menjadi penghambat bagi Kita untuk menjalani hidup dengan baik. Semoga informasi ini bermanfaat. Stay healthy. ***

WJT / nun

Tidak Ada Komentar.


 

Berita Lainnya