backgroud
logo

Buletin

 

Wagub: Maknai Kurban sebagai Momen Keikhlasan Beribadah dan Kesalehan Sosial

Wagub: Maknai Kurban sebagai Momen Keikhlasan Beribadah dan Kesalehan Sosial

 
Wagub: Maknai Kurban sebagai Momen Keikhlasan Beribadah dan Kesalehan Sosial
Wagub: Maknai Kurban sebagai Momen Keikhlasan Beribadah dan Kesalehan Sosial. (humas jabar)
WJtoday
Jumat, 31 Juli 2020 | 20:24 WIB
WJtoday, Subang - Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Barat (Jabar) Uu Ruzhanul Ulum melakukan salat sekaligus merayakan Iduladha 2020 atau 1441 Hijriah di Masjid Besar Al Hakim, Desa Cipeundeuy, Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Subang, Jumat (31/7/2020).

Kepada warga Cipeundeuy dan juga Jabar, Uu mengucapkan selamat Hari Raya Iduladha 1441 Hijriah. Dirinya pun memaknai kurban sebagai momentum meningkatkan keikhlasan sekaligus menguatkan keimanan dalam beribadah.

"Selamat Hari Raya lduladha warga Jawa Barat. Semoga Allah SWT melimpahkan cinta Nabi Ibrahim AS dalam diri kita sampai akhir hayat. Dan semoga makna kurban serta keikhlasan dalam beribadah pun melekat dalam diri kita," ucap Uu.

Selain itu, sosok yang jugaPanglima Santri Jabar ini menuturkan bahwa hikmah berkurban dari sisi sosial antara lain dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat, mampu mengurangi ketimpangan ekonomi, dan mengurangi kesenjangan sosial.

Pun dengan berkurban saat perayaan Iduladha, Uu berujar, akan muncul rasa kasih sayang dan keikhlasan berkorban untuk sesama. 

"Di setiap ibadah yang dilakukan oleh umat Muslim, Allah SWT menyimpan hikmah untuk terciptanya suatu kesalehan sosial," katanya.

Dirinya juga berpesan kepada warga Jabar untuk menjaga keseimbangan antara kehidupan dunia dan akhirat, termasuk dengan menjaga kedisiplinan protokol kesehatan COVID-19 tanpa mengurangi kekhidmatan Iduladha tahun ini.

Adapun Pemerintah Provinsi Jabar melalui Keputusan Gubernur dan Surat Edaran sudah mengeluarkan protokol terkait penyembelihan hewan kurban dan penyelenggaraan salat Iduladha.

Kewajiban bagi seluruh petugas penyembelih hewan antara lain harus mengenakan baju lengan panjang, pakai masker, kacamata google atau pelindung wajah (face shield), dan sarung tangan. 

Sementara panitia salat Idul Adha wajib membersihkan tempat salat dengan disinfektan, memberlakukan saf berjarak minimal satu meter, mengecek suhu tubuh jemaah pakai thermogun, menyediakan tempat cuci tangan atau hand sanitizer berbasis alkohol, tidak menjalankan kencleng amal, serta membatasi jumlah pintu keluar masuk guna memudahkan pemeriksaan. 

Menurut Uu, protokol tersebut bertujuan untuk menjaga kesehatan, keamanan, dan kenyamanan seluruh warga Jabar agar bisa merayakan Idul Adha dengan baik di masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

"Kepentingan kita bersama adalah bagaimana semua proses kegiatan tersebut berjalan dengan lancar tanpa mengabaikan protokol kesehatan," ujarnya.

"Semoga pandemi ini segera berakhir dan kita semua diberi kesehatan untuk bisa beradaptasi dalam kebiasaan baru," tambahnya mengakhiri. ***

WJT / pam

Tidak Ada Komentar.


 

Berita Lainnya