backgroud
logo

Hukum dan Kriminal

 

Berada di Rutan yang Sama, Djoko Tjandra dan Brigjen Prasetijo Beda Sel

Berada di Rutan yang Sama, Djoko Tjandra dan Brigjen Prasetijo Beda Sel

 
Berada di Rutan yang Sama, Djoko Tjandra dan Brigjen Prasetijo Beda Sel
Berada di Rutan yang Sama, Djoko Tjandra dan Brigjen Prasetijo Beda Sel . (Twitter)
WJtoday
Sabtu, 1 Agustus 2020 | 12:04 WIB
WJtoday, Jakarta - Usai ditangkap oleh Bareskrim Polri, terpidana kasus hak tagih Bank Bali, Djoko Tjandra resmi ditahan di Rutan Salemba cabang Mabes Polri usai diserahkan Kabareskrim Polri, Komjen Listyo Sigit Prabowo ke Kejaksaan Agung. 

Listyo Sigit mengatakan, Djoko Tjandra akan ditempatkan di sel yang berbeda dengan tersangka kasus penerbitan surat jalan palsu Brigjen Prasetijo Utomo meski keduanya ditahan di rutan yang sama. 

"Terkait dengan penempatan tentunya kita akan memisahkan, karena memang Brigjen Prasetijo dengan Djoko Tjandra masing-masing memiliki kepentingan untuk kami lakukan pendalaman, tidak mungkin dijadikan satu," kata Listyo Sigit Prabowo di Gedung Bareskrim Polri, Jumat malam (31/7). 

Setelah resmi menjadi warga binaan, terdakwa kasus hak tagih Bank Bali, Djoko Tjandra mulai ditahan di Rutan Salemba cabang Bareskrim Polri.
Kini, foto Djoko Tjandra saat akan dimasukkan dan sesudah di dalam sel tersebar ke media.

Listyo menuturkan, pihaknya akan memeriksa Djoko Tjandra terkait penerbitan surat jalan, surat bebas Covid-19, dan aliran dana. Hal tersebut dilakukan dalam rangka pemeriksaan lanjutan. 

"Penempatan di sini sementara, setelah pemeriksaan selesai akan diserahkan ke Rutan Salemba disesuaikan dengan kebijakan Karutan Salemba," sambungnya. 

Penyidik juga telah menahan Brigjen Prasetijo Utomo. Jenderal bintang satu ini terbukti membantu pelarian Djoko Tjandra keluar masuk Indonesia bahkan memfasilitasinya dengan surat jalan dan keterangan bebas Covid-19. 

Prasetijo ditahan di Rutan Salemba Cabang Mabes Polri usai resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus pemalsuan surat sejak Senin 27 Juli 2020 yang lalu. Dalam kasus ini, penyidik juga teleh menetapkan pengacara Djoko Tjandra, Anita Kolopaking sebagai tersangka. 

Prasetijo dijerat Pasal 263 ayat 1 dan 2 KUHP tentang Pembuatan Surat Palsu Jo Pasal 55 ayat 1 ke-1e KUHP, Pasal 426 ayat 1 KUHP tentang Pejabat yang Membiarkan Seseorang Melarikan Diri dan atau Pasal 221 ayat 1 ke-2 KUHP tentang Menyembunyikan, Menolong untuk Menghindarkan Diri dari Penyidikan atau Penahanan. Prasetijo terancam hukuman enam tahun penjara.***

WJT / agn

Tidak Ada Komentar.


 

Berita Lainnya