backgroud
logo

Ekspresi

 

Diduga Sebarkan Berita Bohong Anji dan Hadi Pranoto, Akan Dilaporkan

Diduga Sebarkan Berita Bohong Anji dan Hadi Pranoto, Akan Dilaporkan

 
Diduga  Sebarkan Berita Bohong  Anji dan Hadi Pranoto, Akan Dilaporkan
Diduga Sebarkan Berita Bohong Anji dan Hadi Pranoto Akan Dilaporkan. (Instagram/@duniamanji)
WJtoday
Senin, 3 Agustus 2020 | 17:29 WIB
WJtoday, Jakarta - Video wawancara Erdian Aji Prihartanto alias Anji di Youtube memicu  kontroversi.  Hadi Pranoto yang mengklaim telah menemukan “antibodi COVID-19." Obat ini disebut-sebut mampu “mencegah dan menyembuhkan" Corona hanya dalam hitungan hari. Ia juga berujar obatnya telah digunakan di RS Darurat Wisma Atlet Kemayoran.

Meskipun Video yang diunggah musisi Anji  lewat akun Youtube pribadinya tentang virus corona (Covid-19)  sudah tidak tampak di akun dunia Manji sejak Minggu (2/8) malam tetapi masih berbuntut panjang. Keduanya akan dilaporkan ke polisi oleh organisasi Cyber Indonesia.

Menurut Ketua Umum Cyber Indonesia Muannas Alaidid, beberapa hal dalam konten tersebut terindikasi sebagai berita bohong yang mengarah pada dugaan pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 ayat 1, Pasal 15 UU No.1 Tahun 1946 dan Pasal 28 ayat 1 UU ITE. Ia menilai perlunya proses hukum untuk meluruskan perihal produk herbal yang ditawarkan demi kebaikan masyarakat.

"Begitu juga soal, katanya, sudah ada penemuan obat. Kita tahu IDI sendiri membantah, tak ada izin klinik untuk itu, dan yang bersangkutan tak terdaftar dalam database IDI. Kemudian diperkuat pernyataan Menkes bahwa penemuan tidak jelas dan sebagainya," ujar Muannas Alaidid melalui keterangan pers yang dikutip dari  kumparan (03/07/20)

Hal lain yang disoroti Muanas Alaidid adalah klaim bahwa Hadi Pranoto adalah salah satu dari empat sampai lima tim medis dunia yang berkualitas dan pihak yang mampu menemukan obat COVID-19.

"Ini tentu berbahaya kalau masyarakat percaya bahwa karena ternyata obatnya sudah ditemukan, kemudian jangan sampai orang berpikir merasa tidak perlu lagi menggunakan masker, jaga jarak, atau mengikuti protokol kesehatan sebagaimana yang sudah diterapkan. Jelas sikap ini bertentangan dengan upaya pemerintah untuk menekan kurva COVID-19 agar korban tidak meluas," tuturnya.

Cyber Indonesia berencana melaporkan Anji dan Hadi Pranoto ke SPKT Polda Metro Jaya, Jakarta, sore ini, Senin (3/8). Mereka akan membawa barang bukti 1 USB berisi link URL konten, transkrip percakapan, dan screenshot tangkapan gambar.***

WJT / goy

Tidak Ada Komentar.


 

Berita Lainnya