backgroud
logo

Ekspresi

 

Anji Manji dan Hadi Pranoto Resmi Dipolisikan

Anji Manji dan Hadi Pranoto Resmi Dipolisikan

 
Anji Manji dan Hadi Pranoto Resmi Dipolisikan
Anji Manji dan Hadi Pranoto Resmi Dipolisikan. (Youtube/Jpg)
WJtoday
Selasa, 4 Agustus 2020 | 07:49 WIB
WJtoday, Jakarta - Erdian Aji Prihartanto atau Anji Manji  dan Hadi Pranoto Resmi dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Senin (3/8) malam oleh Ketua Cyber Indonesia Muannas Alaidid. Anji dilaporkan dengan pasal pelanggaran UU ITE terkait konten YouTube di channel miliknya, "BISA KEMBALI NORMAL OBAT COVID 19 SUDAH DITEMUKAN!!"  Yang diunggah pada Jumat (31/7).

Dalam video tersebut, Anji bersama Hadi Pranoto yang mengaku sebagai seorang profesor yang disebut sebagai ahli mikrobiologi, mengumumkan telah menemukan obat untuk virus Corona.

Muannas Alaidid menganggap, Anji dan Hadi Pranoto menyebarkan telah berita bohong dan menyesatkan.

Adapun, nomor laporan tersebut yakni LP/4538/VIII/YAN.2.5/2020/SPKT PMJ tertanda tanggal 3 Agustus 2020.

Pasal yang disangkakan yakni Pasal 28 Ayat (1) Jo Pasal 15A UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atau Pasal 11 dan 15 UU RI Nomor 1 Tahun 1946 Tentang Peraturan Hukum Pidana.

Hari ini kami resmi melaporkan Hadi Pranoto dan pemilik akun YouTube @dubiamanji alias Erdian Aji Prihartanto pukul 18.30 WIB," kata Muannas Alaidid di Mapolda Metro Jaya, Senin (3/8).

"Melaporkan secara resmi terkait unggahan konten chanel YouTube milik Anji itu durasinya sekitar 35 menit yang kita dapat berkaitan dgn interview konon seorang profesor bernama Hadi Pranoto yang kabarnya dia mengklaim telah menemukan penemuan terhadap obat covid-19," kata Muannas Alaidid di Mapolda Metro Jaya, Senin (3/8).

Yang juga membuat Cyber Indonesia gelisah adalah pernyataan Hadi Pranoto soal biaya rapid dan swab test. Dengan metode yang dia miliki melalui digital teknologi diklaim mampu memangkas biaya dengan sangat murah hanya sekitar Rp 10 ribu sampai Rp 20 ribu.

"Di situ menyebut soal penanganan model rapid tes dan swab tes yang kabarnya dia punya teknologi atau digital teknologi yang biayanya itu cukup 10 ribu dan 20 ribu katanya. padahal kalau kita tahu rumah sakit pada saat ini dan itu dijadikan sebagai syarat penerbangan, sejumlah masyarakat  biayanya mencapai ratusan ribu bahkan sempat menyentuh level jutaan loh untuk swab," ungkap Muannas Alaidid.

Diketahui video soal klaim temuan obat Covid-19 di akun dunia MANJI itu tidak lagi bisa diakses sejak Minggu (2/8/2020) malam.

"Video ini telah dihapus karena melanggar Pedoman Komunitas YouTube," tulis keterangan saat membuka tautan video tersebut***

Baca Juga :

WJT / agn

Tidak Ada Komentar.


 

Berita Lainnya