backgroud
logo

Kabar DPRD Jabar

 

Bendung Pundong di Purwakarta Butuh Perhatian Serius

Bendung Pundong di Purwakarta Butuh Perhatian Serius

 
Bendung Pundong di Purwakarta Butuh Perhatian Serius
Bendung Pundong di Purwakarta Butuh Perhatian Serius. (pam/WJtoday)
bambang mulyono
Selasa, 11 Agustus 2020 | 19:15 WIB
WJtoday, Purwakarta - "Bendung ini perlu perhatian serius," demikian komentar anggota Komisi IV DPRD Provinsi Jabar Daddy Rohanady. Hal itu disampaikannya ketika melakukan kunjungan lapangan di Bendung Pundong pada Selasa (11/08/2020).

Bendung yang terletak di  Kecamatan Bungursari Kabupaten Purwakarta tersebut mengairi areal persawahan seluas 1.111 hektare. Bmadapin areal persawahan tersebut terletak dii empat kecamatan , yakni Campaka, Bungursari, Kotabaru  dan Jatisari.

Sebagai informasi, bendung ini dibangun pada zaman Pemerintahan Belanda yang dilakukan pada tahun 1914-1918.

Di hilir Bendung Pundong ada Situ Cibodas yangg luasnya sekitar 5 hektare. Dari bendung menuju situ jaraknya 7,2 kilometer. Sepanjang itlulah saluran primer yang lebarnya lebarnya 4,5--5 meter. Debit airnya tak pernah kering. Dengan demikian, petani bisa menanam padi dua kali setahun.

Daddy menegaskan,  bendung ini banyak memberikan manfaat bagi para petani di sekitarnya.

"Bendungan ini sangat diharapkan dan pasti dirasakan manfaatnya oleh para petani. Dengan adanya bendungan ini, para petani merasa persediaan air untuk sawahnya bisa terpenuhi sepanjang tahun. Dengan demikian, sawah-sawah mereka per tahun minimal bisa 2 kali," ujarnya.

Lebih lanjut, Daddy berharap agar banyak bendungan lain di wilayah Jabar debit airnya bisa seperti ini. Sayangnya, pintu airnya tidak bisa lagi dinaik-turunkan secara leluasa. Pintu besinya sudah melengkung.

Legislator  asal daerah pemilihan Cirebon-Indramayu  tersebut sangat menyayangkan kondisi seperti demikian.

"Saya cukup prihatin. Bagaimana mungkin bisa memperbaiki pintu air  besi yang rusak jika pada APBD murni 2020 hanya dianggarkan Rp134 juta. dari APBD?" ujarnya.

Kalau air untuk sawah tersedia, pasti petani menjadi lebih sejahtera. Laju pertumbuhan ekonomi (LPE) Jabar pun pasti meningkat. Dengan demikian, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jabar pun pasti meningkat,

"Kalau IPM meningkat, logikanya, mestinya Indeks Kebahagiaan juga naik. Jadi, nantinya masyarakat Jabar akan merasa bahwa visi Gubernur Ridwan Kamil ingin mewujudkan Jabar Juara Lahir Batin bukan sekadar isapan jempol belaka. Jadi, mereka akan merasa bahwa visi tersebut benar-benar  menjadi sebiah komitmen, bukan komat-kamit temen," pungkasnya. ***


pam / pam

Tidak Ada Komentar.


 

Berita Lainnya