backgroud
logo

Gaya Hidup

 

PMI: Pakai Masker Tidak Benar, Potensi Penularan Virus Tetap Tinggi

PMI: Pakai Masker Tidak Benar, Potensi Penularan Virus Tetap Tinggi

 
PMI: Pakai Masker Tidak Benar, Potensi Penularan Virus Tetap Tinggi
Masker bisa menahan keluarnya virus sebanyak 69-71% dari percikan droplet selama penggunaannya tepat.
WJtoday
Minggu, 13 September 2020 | 05:43 WIB

Wjtoday, Jakarta - Masker adalah salah satu hal penting dalam perang melawan COVID-19. Ia merupakan satu dari 3 ‘penjaga’ utama agar kita terhindar dari penularan, khususnya bagi mereka yang harus keluar rumah karena tuntutan pekerjaan.

Orang-orang yang terinfeksi tanpa gejala bisa saja menularkan virus corona ke orang lain tanpa mereka sadari. Ini adalah salah satu alasan kenapa semua orang, termasuk mereka yang sehat, wajib memakai masker.

Palang Merah Indonesia (PMI) menyebutkan bahwa masih banyak warga yang tidak benar menggunakan masker sehingga fungsinya tidak optimal khususnya untuk mencegah penularan COVID-19.

“Fungsi masker untuk meminimalkan terjadinya penularan virus ini melalui droplet, tapi jika tidak benar dalam penggunaannya maka potensi terjadinya penularan tetap tinggi,” kata Pengurus PMI Pusat Bidang Kesehatan dan Sosial Heru Aryadi dalam webinar online, (12/09)

Menurutnya, PMI secara gencar memberikan edukasi kepada masyarakat bagaimana menggunakan masker yang benar untuk meminimalkan tertularnya COVID-19. “Jangan sampai warga asal-asalan menggunakan masker apalagi hanya sebatas untuk menghindari razia yang dilakukan petugas,” katanya.

Berikut adalah beberapa petunjuk untuk memakai dan melepas masker kain:

•Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau dengan penyanitasi tangan sebelum memakai masker.

•Kenakan masker menutupi hidung, mulut, dan dagu.

•Jangan sentuh bagian depan masker.

•Jika tidak sengaja menyentuh bagian depan masker segera cuci tangan.

•Ganti masker jika basah atau kotor. Kenakan kembali masker yang bersih, jadi pastikan membawa masker cadangan. Masukkan masker kotor ke dalam kantung tertutup dan segera cuci sesampainya di rumah.

•Lepaskan masker dengan menyentuh bagian tali. Jangan menyentuh bagian depan masker ataupun menyentuh wajah.

•Cuci tangan setelah melepas masker.

•Cuci masker Anda secara teratur dengan sabun dan air.

Heru menjelaskan untuk masker medis hanya bisa digunakan sekali pakai saja jika sudah dilepas maka segera buang atau musnahkan, sementara untuk masker kain penggunaannya hanya empat jam saja kemudian cuci dengan sabun hingga bersih.

Selama ini, warga yang memakai masker kain menggunakannya dalam durasi waktu yang lama, bahkan ada juga yang hingga berhari-hari atau menunggu kumel baru dicuci. Padahal untuk memaksimalkan fungsi masker tersebut harus tetap menjaga kebersihan. Masker kain bisa menahan keluarnya virus sebanyak 69-71% dari percikan droplet  selama penggunaannya tepat.

“Menggunakan masker harus sempurna karena fungsinya untuk melindungi kita dari penularan COVID-19, jika penggunaan dengan cara yang benar risiko penularannya pun akan semakin rendah,” tambahnya.

Di sisi lain, Heru mengatakan penularan COVID-19 ternyata banyak terjadi di ruang tertutup melalui aerosol, seperti di rumah makan atau tempat tertutup lainnya banyak warga yang tidak sadar melepas maskernya dan berpikiran bahwa lawan bicara maupun orang di sekitarnya terbebas dari COVID-19.

Padahal, orang tersebut terkonfirmasi positif dan akhirnya tertular. Harus diketahui, sekitar 80 persen pasien positif COVID-19 ternyata tanpa gejala dan ini yang harus diwaspadai karena bisa saja orang di sekitar ada yang positif tapi tidak menyadarinya.

Heru menegaskan kuncinya warga harus menerapkan protokol kesehatan secara dengan benar mulai cari cara menggunakan maskernya, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun pun harus benar.

Terakhir Heru mengingatkan jangan menganggap enteng virus ini, karena sudah ditemukan kasus orang tanpa gejala dan menganggap dirinya sehat tiba-tiba meninggal karena Happy Hypoxia yaitu fenomena berkurangnya jumlah kadar oksigen dalam darah, namun tidak disertai dengan keluhan atau gejala apapun. ***

WJT / nun

Tidak Ada Komentar.


 

Berita Lainnya