backgroud
logo

Gaya Hidup

 

Happy Hypoxia, Gejala Baru COVID-19 yang Diam-diam Mematikan

Happy Hypoxia, Gejala Baru COVID-19 yang Diam-diam Mematikan

 
Happy Hypoxia, Gejala Baru COVID-19 yang Diam-diam Mematikan
Happy Hypoxia, Gejala Baru COVID-19 yang Diam-diam Mematikan. (ist)
WJtoday
Minggu, 13 September 2020 | 07:13 WIB

Wjtoday.com, – Palang Merah Indonesia (PMI) mengingatkan agar jangan menganggap enteng virus COVID- 19 (Corona), karena sudah ditemukan beberapa kasus orang tanpa gejala dan menganggap dirinya sehat tiba-tiba meninggal karena 'Happy Hypoxia'.

Happy hypoxia disebut juga silent hypoxia atau hypoxemia, sebuah kondisi ketika tubuh tidak merasakan gejala seperti sesak napas, tapi jika kadar oksigen dalam jaringan diperiksa, akan didapati hasil yang sangat rendah.

Perlu diketahui bahwa tekanan oksigen dalam arteri yang normal berada di kisaran 75 sampai 100 milimeter merkuri atau mm Hg. Bila tekanan oksigen berada di bawah 60 mm Hg, hal itu menunjukkan bahwa tubuh memerlukan oksigen tambahan.

Sementara bila diperiksa dengan menggunakan pulse oksimetri, konsentrasi oksigen dalam jaringan yang normal adalah 95-100 persen. Di bawah nilai tersebut berarti oksigen di dalam tubuh rendah.

Hypoxia adalah kondisi yang sangat berbahaya. Tanpa oksigen yang cukup, otak, ginjal dan berbagai organ dalam tubuh dapat rusak hanya dalam beberapa menit setelah gejala dimulai. Bila kadar oksigen dalam darah terus menurun, organ-organ tersebut dapat mati dan hal ini mengancam jiwa. 

COVID-19 pada dasarnya adalah penyakit pernapasan, dan pada kasus yang parah, penyakit tersebut dapat mengurangi jumlah oksigen yang dapat diserap paru-paru. Itulah mengapa tingkat oksigen darah yang sangat rendah ditemukan pada sejumlah pasien COVID-19 di Indonesia.

Penyebab Hypoxia Tidak Menimbulkan Gejala Pada Pengidap COVID-19. 

Sebuah studi yang ditulis oleh Dr. Martin J. Tobin, seorang profesor kedokteran paru dan perawatan kritis di Loyola University Medical Center, di Maywood, IL, meneliti 16 pasien COVID-19 dengan tingkat oksigen yang rendah (memiliki nilai 50 persen dari kisaran normal 95-100 persen) yang tidak mengalami sesak napas atau dispnea. 

Melalui penelitian tersebut, ditemukan beberapa mekanisme patofisiologis bertanggung jawab atas sebagian besar kasus silent hypoxia, termasuk penilaian awal tingkat oksigen pasien dengan pulse oksimetri.

“Pulse oksimetri sangat akurat saat pembacaan oksigen tinggi, namun alat tersebut dapat melebih-lebihkan tingkat keparahan kadar oksigen yang rendah pada seseorang saat pembacaan rendah,” jelas Dr Tobin.

Bagaimana respon otak terhadap tingkat oksigen yang rendah juga adalah salah satu faktor yang menyebabkan pengidap COVID-19 tidak merasakan gejala apa-apa saat mengalami hypoxia. Ketika kadar oksigen pengidap menurun, otak tidak merespons sampai oksigen turun ke tingkat yang sangat rendah.

Selain itu, lebih dari separuh pengidap COVID-19 juga memiliki kadar karbon dioksida yang rendah yang dapat mengurangi dampak kadar oksigen yang sangat rendah.

Dr. Tobin juga mencurigai bahwa virus corona dapat memengaruhi reseptor tubuh sehingga tidak merespons pada tingkat oksigen yang rendah. Hal ini dikaitkan dengan kurangnya penciuman yang ditemukan pada dua pertiga pasien COVID-19.


Waspada Gejala Happy Hypoxia. 

Mengingat happy hypoxia sangat berbahaya bila tidak ditangani segera, penting bagi pengidap COVID-19 untuk mewaspadai gejala kondisi tersebut. Segera kunjungi rumah sakit bila mengalami gejala-gejala seperti batuk, denyut jantung meningkat atau melambat, nafas menjadi cepat, sesak napas, berkeringat, dan penurunan kesadaran.

Untuk mendeteksi kadar oksigen, dokter akan menggunakan oksimetri, sebuah alat yang dijepit pada jari untuk menunjukkan kadar oksigen darah. Alat ini bisa menunjukkan kadar oksigen secara objektif.

Bagi pasien COVID-19, khususnya yang telah mengidap penyakit yang berhubungan dengan pernapasan, dianjurkan juga untuk terus memantau kadar oksigen dalam darah. Diharapkan, deteksi lebih dini dapat membantu mencegah komplikasi yang lebih parah.***

WJT / nun

Tidak Ada Komentar.


 

Berita Lainnya