backgroud
logo

Buletin

 

Update Covid-19 Nasional: Rekor Baru Kasus Harian Sebanyak 4.176

Update Covid-19 Nasional: Rekor Baru Kasus Harian Sebanyak 4.176

 
Update Covid-19 Nasional: Rekor Baru Kasus Harian Sebanyak 4.176
Update Covid-19 Nasional: Rekor Baru Kasus Harian Sebanyak 4.176. (antara)
WJtoday
Senin, 21 September 2020 | 16:13 WIB
WJtoday, Bandung - Pemutakhiran jumlah kasus positif virus corona (Covid-19) di Indonesia dilaporkan kembali bertambah sebanyak 4.176 kasus baru. Dengan demikian, per Senin (21/9/2020) total sudah  mencapai 248.852 kasus.

Dilaporkan pula dari jumlah total tersebut, sebanyak 180.797 orang dinyatakan telah sembuh dan 9.677 orang meninggal dunia.

Pertambahan kasus harian positif Covid-19 ini kembali menjadi rekor terbaru sejak kasus pertama diumumkan 2 Maret lalu. 

Sebelumnya, rekor tercatat pada pada Sabtu (19/9/2020) dengan 4.168 kasus, yang memecahkan rekor sebelumnya pada 16 September dengan jumlah 3.963 kasus.

Sementara pasien sembuh hari ini bertambah 3.470 orang dan pasien meninggal bertambah 124 orang.

Pemutakhiran data berdasarkan pembaruan dari Satuan Tugas Covid-19 di Kementerian Kesehatan RI yang diakses dari situs kemkes.go.id, pada Senin(21/9/2020) pukul 15.30 WIB

Pada Minggu (20/9/2020)kemarin, total kasus positif Covid-19 sebanyak 244.676 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 177.327 orang dinyatakan sembuh dan 9.553 orang meninggal dunia.

Kemarin, DKI Jakarta masih menjadi provinsi yang memiliki kasus positif terbanyak dengan 61.966 orang. Disusul kemudian Jawa Timur 40.708 orang, Jawa Tengah 19.516, Jawa Barat 16.822 orang, dan Sulawesi Selatan 14.367 orang.


Sejak awal September, kasus positif Covid-19 bertambah rata-rata 3.000 kasus per harinya. DKI Jakarta menjadi penyumbang kasus tertinggi disusul Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat.

Pakar Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Syahrizal Syarif pun memperkirakan Indonesia bisa memiliki 500 ribu kasus pada Desember.

"Dengan rata-rata tambahan kasus [Corona] 3.000 sehari maka pertengahan Desember [Indonesia] bisa [mencapai] 500 ribu [kasus]," ujarnya.

Ketua Tim Mitigasi PB Ikatan  Dokter  Indonesia (IDI), Adib Khumaidi mengatakan Indonesia belum mencapai puncak pandemi  Covid-19 gelombang pertama.

Jika perilaku masyarakat yang masih abai terhadap protokol kesehatan kala melakukan aktivitasnya sehari-hari. IDI menyebut, jika hal ini masih terus terjadi maka Indonesia akan menjadi episentrum COVID-19 dunia.

"Indonesia bahkan belum mencapai puncak pandemi gelombang pertama pandemi ini dikarenakan ketidakdisiplinan protokol kesehatan yang masif. Apabila hal ini terus berlanjut, maka Indonesia akan menjadi episentrum Covid dunia," ujar Ketua Tim Mitigasi PB IDI, Adib Khumaidi melalui rilisnya, Jumat (18/9/2020).

Adib pun menambahkan, alih-alih memperbaiki kondisi ekonomi di Indonesia, minimnya penerapan protokol kesehatan dalam aktivitas sehari-hari justru akan berdampak negatif pada ekonomi jangka panjang.

"Pandemi ini tidak akan pernah berakhir apabila tidak disertai peran serta semua elemen masyarakat. Dan hal ini tentunya juga akan berdampak negatif bukan hanya pada kesehatan, namun juga ekonomi secara berkepanjangan," tuturnya.  ***

WJT / pam

Tidak Ada Komentar.


 

Berita Lainnya