backgroud
logo

Buletin

 

Update Covid-19 Nasional: Rekor Kasus Harian Pecah Lagi sebanyak 4.823

Update Covid-19 Nasional: Rekor Kasus Harian Pecah Lagi sebanyak 4.823

 
Update Covid-19 Nasional: Rekor Kasus Harian Pecah Lagi sebanyak 4.823
Update Covid-19 Nasional: Rekor Kasus Harian Pecah Lagi sebanyak 4.823. (antara)
WJtoday
Jumat, 25 September 2020 | 16:23 WIB
WJtoday, Bandung - Pemutakhiran jumlah kasus positif virus corona (Covid-19) di Indonesia  dilaporkan kembali bertambah sebanyak 4.823 kasus baru. Dengan demikian, per Jumat (25/9/2020) total sudah mencapai  266.845 kasus.

Dilaporkan pula dari jumlah total tersebut sebanyak 196.196 sembuh (bertambah 4.343) dan 10.218 meninggal (bertambah 113).

Untuk diketahui, hari ini adalah rekor baru tambahan pasien positif Covid-19 di Indonesia. Rekor sebelumnya adalah pada 24 September kemarin sebanyak 4.634 orang. 

Selain itu, hari ini adalah untuk ketujuh kalinya tambahan harian positif Covid-19 pecah rekor sepanjang September ini.

Bukan hanya tambahan kasus positif, tambahan harian pasien sembuh hari ini pun mencatat rekor baru. Rekor sebelumnya adalah pada 18 September 2020 sebanyak 4.088.

Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19 jumlah suspek per hari ini mencapai 112.082, dan spesimen yang diperiksa 46.133 dari 34 provinsi di Indonesia.

Pemutakhiran data berdasarkan pembaruan dari Satuan Tugas Covid-19 di Kementerian Kesehatan RI yang diakses dari situs kemkes.go.id, pada Jumat (25/9/2020) pukul 15.30 WIB

Pada Kamis (24/9/2020) kemarin, jumlah kumulatif positif Covid-19 di Indonesia adalah 262.022 orang per Kamis (24/9). Angka tersebut bertambah 4.634 orang dari hari sebelumnya.


Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 mengidentifikasi tiga penyebab angka terkonfirmasi positif COVID-19 terus meningkat di Indonesia, sejak pekan lalu.

"Menurut data per 20 September 2020 secara nasional kenaikan kasusnya sebanyak 8,4 persen dan penyumbang kasus-kasus tertinggi yaitu dari provinsi Jawa Barat, Banten, Sulawesi Selatan, Riau dan Papua sedangkan jumlah kasus tertingginya berasal dari DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Sulawesi Selatan," kata Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito di Jakarta, Kamis (24/9/2020).

Pada Kamis kemarin terjadi penambahan kasus sebanyak 4.634 kasus, sedangkan pada Rabu (23/9) ada 4.465 kasus, pada Selasa (22/9) terdapat 4.071 kasus, pada Senin (21/9) ada penambahan 4.176 kasus, pada Minggu (20/9) bertambah 3.989 kasus, pada Sabtu (19/9) bertambah 4.168 kasus dan pada Jumat (18/9) ada tambahan 3.891 kasus.

"Kenaikan kasus dapat terjadi karena beberapa hal, pertama memang masyarakat belum disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan dan hal ini diperburuk dengan perilaku masyarakat yang masih sering berkerumun sehingga meningkatkan risiko penularan," ungkap Wiku.

Penyebab kedua, menurut dia, seiring dengan berjalannya waktu masyarakat makin lengah.

"Masyarakat mengabaikan protokol kesehatan dan seolah tidak memiliki empati meski telah menyaksikan begitu banyak korban yang muncul setiap hari menjadi kasus positif COVID-19," tambah Wiku.

Penyebab ketiga, sebagian besar masyarakat masih takut untuk melakukan tes ketika memiliki gejala karena adanya stigma negatif di masyarakat.

"Adanya ketakutan karena potensi biaya tinggi dalam perawatan apabila positif COVID-19. Di sini kami himbau masyarakat tidak memandang negatif kepada mereka yang positif COVID-19 karena penyakit ini bukan penyakit yang memalukan, siapapun yang terkena COVID-19 harus kita bantu dan kita sembuhkan," tegasnya.  ***

WJT / pam

Tidak Ada Komentar.


 

Berita Lainnya