backgroud
logo

Internasional

 

Ratusan Paus Terdampar di Perairan Tasmania, 88 Ekor Berhasil Diselamatkan

Ratusan Paus Terdampar di Perairan Tasmania, 88 Ekor Berhasil Diselamatkan

 
Ratusan Paus Terdampar di Perairan Tasmania,  88 Ekor Berhasil Diselamatkan
Ratusan Paus Terdampar di Perairan Tasmania, 88 Ekor Berhasil Diselamatkan. (The Animal Reader)
WJtoday
Sabtu, 26 September 2020 | 01:14 WIB

Wjtoday.com - Sebanyak 460 ekor paus terdampar di beberapa lokasi dekat Macquarie Heads, sekitar 190 kilometer dari Hobart, Tasmania. Peristiwa ini merupakan yang terbesar sepanjang sejarah pendamparan di Australia. Di antara jumlah tersebut, hanya 88 yang sudah berhasil diselamatkan sementara 380 ekor mati dan beberapa lainnya masih terdampar dan dalam keadaan kritis.

Usaha penyelamatan difokuskan pada paus yang memiliki kemungkinan terbesar untuk hidup. Usaha tersebut dilakukan oleh petugas dengan menarik hewan tersebut ke perairan dalam ke mana mereka dilepaskan, dengan harapan mereka tidak akan kembali perairan dangkal untuk bersatu dengan rombongan mereka.

Mengenai paus yang terdampar dalam kondisi kritis, ahli biologi margasatwa Kris Carylton mengatakan eutanasia atau menyuntik mati mungkin menjadi pilihan

Kami belum sampai pada tahap di mana eutanasia dipertimbangkan," kata dia. "Hewan yang masih hidup, yang menurut kami masih punya kesempatan karena tubuhnya masih basah, mereka masih bisa bertahan dan kami terus berjuang menyelamatkan."

Ia mengatakan mereka hanya memiliki waktu terbatas untuk menyelamatkan paus yang masih bertahan dan misi kemungkinan akan diakhiri beberapa hari ke depan.

Paus pilot yang terdampar di pasir di Pelabuhan Macquarie, dekat Strahan, Tasmania, Australia. Foto: AAP Image

Sementara itu James Tucker dari 'Marine Science Centre' Southern Cross University di New South Wales mengatakan terdapat empat pilihan tindakan bagi bangkai paus yang mati.

 Pilihan tersebut antara lain adalah menariknya kembali ke laut, menguburnya, meninggalkannya sampai terurai, atau membuangnya di fasilitas pengolahan limbah.

Menurutnya, pilihan untuk mengubur bangkai merupakan pekerjaan yang berat, karena satu paus memerlukan lahan penguburan yang besar.***

WJT / nun

Tidak Ada Komentar.


 

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Lainnya