backgroud
logo

Buletin

 

Update Covid-19 Nasional: 4.494 Kasus Baru, 10.308 Meninggal Dunia

Update Covid-19 Nasional: 4.494 Kasus Baru, 10.308 Meninggal Dunia

 
Update Covid-19 Nasional: 4.494 Kasus Baru, 10.308 Meninggal Dunia
Ilustrasi penanganan pasien terpapar Covid-19. (variety.com)
WJtoday
Sabtu, 26 September 2020 | 16:12 WIB
WJtoday, Bandung - Pemutakhiran jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia dilaporkan bertambah sebanyak 4.494 kasus baru. Dengan demikian, per Sabtu (26/9/2020) total sudah mencapai 271.339 kasus.

Dilaporkan pula dari jumlah total itu sebanyak 199.403 orang sembuh dengan tambahan 3.207 sedangkan 10.308 orang meninggal dunia dengan tambahan 90 orang pada hari ini.

Sementara  jumlah suspek per hari ini mencapai 119.379 orang, dan spesimen yang diperiksa 48.836 dari 34 provinsi di Indonesia.

Pemutakhiran data berdasarkan pembaruan dari Satuan Tugas Covid-19 di Kementerian Kesehatan RI yang diakses dari situs kemkes.go.id, pada Sabtu (26/9/2020) pukul 15.30 WIB

Pada Jumat (25/9/2020) kemarin, tambahan pasien positif Covid-19 di Indonesia menembus rekor baru yaitu 4.823 sehingga jumlah kumulatif kasus positif virus corona sebesar 266.845 orang.

Angka itu tercatat sebagai ketujuh kalinya tambahan harian positif Covid-19 pecah rekor sepanjang September 2020.

Sementara kasus konfirmasi positif Covid-19 pecah rekor dalam tiga hari berturut-turut. Selama rentang waktu 23-25 September, tambahan kasus positif mengalami peningkatan.


Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 mengidentifikasi tiga penyebab angka terkonfirmasi positif COVID-19 terus meningkat di Indonesia, sejak pekan lalu.

"Menurut data per 20 September 2020 secara nasional kenaikan kasusnya sebanyak 8,4 persen dan penyumbang kasus-kasus tertinggi yaitu dari provinsi Jawa Barat, Banten, Sulawesi Selatan, Riau dan Papua sedangkan jumlah kasus tertingginya berasal dari DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Sulawesi Selatan," kata Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito di Jakarta, Kamis (24/9/2020).

Pada Kamis kemarin terjadi penambahan kasus sebanyak 4.634 kasus, sedangkan pada Rabu (23/9) ada 4.465 kasus, pada Selasa (22/9) terdapat 4.071 kasus, pada Senin (21/9) ada penambahan 4.176 kasus, pada Minggu (20/9) bertambah 3.989 kasus, pada Sabtu (19/9) bertambah 4.168 kasus dan pada Jumat (18/9) ada tambahan 3.891 kasus.

"Kenaikan kasus dapat terjadi karena beberapa hal, pertama memang masyarakat belum disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan dan hal ini diperburuk dengan perilaku masyarakat yang masih sering berkerumun sehingga meningkatkan risiko penularan," ungkap Wiku.

Penyebab kedua, menurut dia, seiring dengan berjalannya waktu masyarakat makin lengah.

"Masyarakat mengabaikan protokol kesehatan dan seolah tidak memiliki empati meski telah menyaksikan begitu banyak korban yang muncul setiap hari menjadi kasus positif COVID-19," tambah Wiku.

Penyebab ketiga, sebagian besar masyarakat masih takut untuk melakukan tes ketika memiliki gejala karena adanya stigma negatif di masyarakat.

"Adanya ketakutan karena potensi biaya tinggi dalam perawatan apabila positif COVID-19. Di sini kami himbau masyarakat tidak memandang negatif kepada mereka yang positif COVID-19 karena penyakit ini bukan penyakit yang memalukan, siapapun yang terkena COVID-19 harus kita bantu dan kita sembuhkan," tegasnya.  ***

WJT / pam

Tidak Ada Komentar.


 

Berita Lainnya