backgroud
logo

Pendidikan

 

KPAI : Pelajar Ikut Demo Tolak UU Cipta Kerja Tak Boleh Dihukum

KPAI : Pelajar Ikut Demo Tolak UU Cipta Kerja Tak Boleh Dihukum

 
KPAI : Pelajar Ikut Demo Tolak UU Cipta Kerja Tak Boleh Dihukum
Pelajar ikut demo tolak UU Cipta Kerja tak seharusnya dikenai sanksi. (ist)
WJtoday
Kamis, 15 Oktober 2020 | 04:55 WIB
WJtoday, Jakarta - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta Dinas Pendidikan (Disdik) tidak menghilangkan hak pendidikan anak-anak peserta unjuk rasa tolak Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker).

“(Anak-anak peserta unjuk rasa) tidak seharusnya diancam sanksi atau dihukum oleh pemerintah daerah (pemda) melalui Dinas Pendidikan. Hak atas pendidikan anak-anak tersebut tetap harus dipenuhi pemerintah daerah dan negara," ujar Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti, dalam keterangan tertulis, Rabu (14/10).

Kepala Disdik Sumatera Selatan (Sumsel), Riza Fahlevi, sebelumnya mengancam akan mengeluarkan (drop out/DO) hingga mutasi ke pendidikan paket C atau ke sekolah pinggiran kota kepada siswa yang mengikuti reli tolak UU Ciptaker. Kebijakan serupa akan dilakukan Pejabat Sementara (Pjs) Wali Kota Depok, Dedi Supandi.

Menurut Retno, anak-anak peserta unjuk rasa secara damai, semestinya tidak dikategorikan sebagai pelaku pidana. Apalagi, beberapa di antaranya sempat ditangkap polisi sebelum mengikuti aksi.

Baginya, pencegahan anak-anak sebagai peserta reli semestinya dilakukan dengan imbauan kepada seluruh guru untuk berkoordinasi dengan orang tua murid. Pasalnya, unjuk rasa saat ini memiliki potensi bahaya dari risiko terpapar coronavirus baru (Covid-19) hingga kerusuhan karena adanya provokasi.

"Pelibatan orang tua dan guru dalam memberikan pemahaman melalui dialog sehat sangat penting karena saat ini anak-anak masih belajar dari rumah, jadi peran keluarga sangat kuat," tuturnya.

Polri diketahui menangkap 1.377 peserta unjuk rasa tolak UU Ciptaker di sejumlah titik di Jakarta, Selasa (13/10). Sekitar 80% di antaranya merupakan pelajar, bahkan lima orang berstatus siswa sekolah dasar (SD) dan berusia 10 tahun.***

WJT / Wan

Tidak Ada Komentar.


 

Berita Lainnya