backgroud
logo

Buletin

 

BEM SI Bakal Kembali Berdemo, Juga Sampaikan #MosiTidakPercaya kepada Pemerintah

BEM SI Bakal Kembali Berdemo, Juga Sampaikan #MosiTidakPercaya kepada Pemerintah

 
BEM SI Bakal Kembali Berdemo, Juga Sampaikan #MosiTidakPercaya kepada Pemerintah
Aksi Protes BEM SI Tolak Omnibus Law Undang-undang Cipta Kerja pada Jumat 17 Oktober 2020. . (Instagram BEM_SI)
WJtoday
Sabtu, 17 Oktober 2020 | 20:20 WIB
WJtoday, Jakarta - Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) melakukan aksi protes atas pengesahan Omnibus Law Undang-undang Cipta Kerja pada Jumat 17 Oktober 2020. Massa sempat ditemui oleh Staf Khusus Milenial Presiden Joko Widodo, Aminuddin Ma'ruf.

BEM SI dalam keterangan resmi menjelaskan, awalnya mereka berharap bertemu dengan Presiden Jokowi langsung. Sementara kehadiran Staf Khusus Milenial tak diharapkan.

"Akan tetapi, kembali yang menemui massa aksi bukan orang yang kami harapkan, melainkan Staf Khusus Milenial yang dirasa bukan representatif dari Presiden Republik Indonesia," kata Koordinator Pusat Aliansi BEM SI, Remy Hastian dalam keterangan tertulis, Sabtu, 17 Oktober 2020.

Atas alasan inilah, aliansi ini kemudian menyatakan akan kembali melakukan aksi demonstrasi untuk menyuarakan pencabutan atas UU Cipta Kerja,
pada Selasa, 20 Oktober mendatang. Aksi ini juga bertepatan dengan setahun pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin. Mereka akan kembali turun untuk menyuarakan pencabutan UU Omnibus Law Cipta Kerja dan kembali menyampaikan #Mosi TidakPercaya kepada pemerintah Jokowi-Maruf Amin dan wakil rakyat.

Remy juga menegaskan, ada 4 tuntutan atau pernyataan sikap BEM SI. Pertama, mendesak Presiden untuk mengeluarkan Perppu demi mencabut UU Cipta Kerja yang telah disahkan pada Senin, 5 Oktober 2020.

Kedua, mengecam tindakan pemerintah yang berusaha mengintervensi gerakan dan suara rakyat atas penolakan terhadap UU Cipta Kerja. Kemudian yang ketiga, mengecam berbagai tindakan represif aparatur negara terhadap seluruh massa aksi.

"Empat, mengajak mahasiswa seluruh Indonesia bersatu untuk terus menyampaikan penolakan atas UU Cipta Kerja hingga UU Cipta Kerja dicabut dan dibatalkan," kata Remy. ***

WJT / nun

Tidak Ada Komentar.


 

Berita Lainnya