backgroud
logo

Bisnis

 

Pengunjung Mal Masih Sepi,Pengelola Minta Insentif Pemerintah

Pengunjung Mal Masih Sepi,Pengelola Minta Insentif Pemerintah

 
Pengunjung Mal Masih Sepi,Pengelola Minta Insentif Pemerintah
Pengunjung mall sejak pandemi masih tertahan diangka 30 persen. (ist)
WJtoday
Minggu, 18 Oktober 2020 | 05:08 WIB
WJtoday, Jakarta - Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), Alphonsus Widjaja, mengatakan, tingkat kunjungan pusat perbelanjaan hingga saat ini masih tertahan di angka 30% dibandingkan waktu normal, sebelum adanya pandemi coronavirus baru (Covid-19).

Transaksi penjualan sekarang pun terbatas pada 40% untuk masing-masing mal atau setara Rp600 juta per bulannya dari total transaksi rata-rata sebesar Rp1,5 miliar per bulannya di kondisi normal. Dengan demikian, setiap bulannya pusat perbelanjaan kehilangan omzet hingga Rp900 juta.

"Transaksi penjualan belum menunjukkan perbaikan yang signifikan karena sampai dengan saat ini masih belum ada perbaikan daya beli masyarakat Indonesia. Transaksi penjualan maksimal hanya 40% dibandingkan dengan kondisi sebelum pandemi," katanya, Sabtu (17/10).

Melihat situasi terkini, menurut Alphonsus, pemulihan tingkat kunjungan di pusat perbelanjaan akan berlangsung lambat. Alasannya, masih masifnya pertambahan kasus positif Covid-19. Mal akan terus terpuruk hingga dijalankannya vaksinasi.

"Berdasarkan pengalaman yang lalu, tingkat kunjungan akan berlangsung secara bertahap dan cenderung lambat. Kondisi pusat perbelanjaan masih akan terus dalam kondisi terpuruk sampai dengan nanti vaksinasi dilaksanakan," ujarnya.

Dia pun menjelaskan, pusat perbelanjaan tumbuh dalam keadaan defisit sejak merebaknya Covid-19, Maret 2020. Meski tidak dapat disamaratakan antara masing-masing pusat perbelanjaan, tetapi pandemi telah memukul sektor perdagangan dengan sangat hebat.

Untuk itu, pemerintah diminta memberikan sejumlah insentif lanjutan agar dunia usaha dapat terus bertahan hingga proses vaksinasi diselenggarakan secara merata pada 2021.

"Sejak dari Maret 2020 sampai dengan saat ini, pusat perbelanjaan masih terus dalam kondisi defisit. Kemampuan bertahan setiap pusat perbelanjaan berbeda-beda. Oleh karenanya, kami meminta subsidi dari pemerintah agar bisa bertahan sampai dengan saat vaksinasi nanti yaitu sampai dengan pertengahan tahun 2021," tandasnya.***

WJT / Wan

Tidak Ada Komentar.


 

Berita Lainnya