backgroud
logo

Fokus

 

Tradisi Jika Mau jadi Ketum Golkar: Uang dan Restu Istana

Tradisi Jika Mau jadi Ketum Golkar: Uang dan Restu Istana

 
Tradisi Jika Mau jadi Ketum Golkar: Uang dan Restu Istana
Tradisi Jika Mau jadi Ketum Golkar: Uang dan Restu Istana. (CNNIndonesia)
WJtoday
Minggu, 8 Desember 2019 | 03:35 WIB
WJtoday, Bandung - Pemilihan ketua umum Partai Golkar dalam Musyawarah Nasional (Munas) X, berakhir antiklimaks. Keputusan Bambang Soesatyo mundur dari bursa calon ketua Golkar membuat Airlangga Hartarto, dipastikan kembali terpilih jadi pemimpin partai berlambang pohon beringin.

Ketua MPR Bamsoet pada awalnya diprediksi bakal menjadi  pesaing kuat calon petahana Menteri Airlangga dalam pemilihan Ketua Umum Golkar.

Persaingan keduanya sempat membuat  kegaduhan di tubuh Golkar. Kader partai terbelah menjadi dua kubu, yakni para loyalis Bamsoet dan loyalis Airlangga. Dua kelompok ini saling tuding dan menjegal.

Bamsoet dituding berkhianat karena sudah ada kesepakatan dengan Airlangga soal kursi MPR. Kemudian, kubu Bamsoet menuding ada campur tangan Presiden Joko Widodo dalam kontestasi tersebut.

Meski kemudian Bamsoet menelan ucapannya dan membantah isu ada intervensi Istana terkait keputusannya mundur dari pencalonan Ketua Umum DPP Partai Golkar periode 2019—2024 tersebut.

"Enggak ada (intervensi), enggak ada," kata Bambang Soesatyo di sela Musyawarah Nasional Partai Golkar di Hotel Ritz-Carlton, Kuningan, Jakarta, Selasa (3/12/2019) malam.

Ketua MPR itu  juga membantah adanya pertemuan dengan utusan Presiden terkait dengan keputusannya itu.

"Enggak ada, enggak ada utusan Presiden. Siapa? Enggak ada," sergahnya.

Jokowi sendiri membantah mencampuri urusan pemilihan ketua umum. Ia juga memastikan Menteri Sekretaris Negara Pratikno tak ikut cawe-cawe. Jika pun ada, kata Jokowi, mereka adalah menteri-menteri yang berasal dari Golkar.

“Itu urusan internal Golkar. Munas itu urusan internal Golkar, dan sebagai partai besar partai yang memiliki pengalaman panjang dalam berpolitik, saya kira engga mungkin lah bisa dintervensi oleh menteri, diintervensi oleh eksternal,” kata Jokowi dalam pertemuan dengan wartawan di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (2/12/2019).

Menurut Presiden, isu yang menyebutkan pemerintah melakukan intervensi itu hanya isu-isu yang biasa dalam politik. 

“Kalau Mensesneg bisa intervensi ke Golkar jagoan bener Mensesneg atau Seskab apa urusannya dengan Munas Golkar. Itu urusan internal partai,” tegas Jokowi  seraya mengutip pernyataan Mensesneg Pratikno yang mendampinginya, kenal satu DPD Golkar saja tidak.

Namun bantahan Jokowi tak serta merta melunturkan dugaan intervensi Istana dalam pemilihan Ketua Golkar. 

Seperti yang dikemukakan pengamat politik dari Universitas Al Azhar Ujang Komarudin yang menyebut ada tradisi bagi yang ingin menjadi Ketua Golkar, pertama uang dan kedua restu dari Istana.

Untuk uang, baik Airlangga maupun Bamsoet memiliki modal yang cukup untuk maju. Hanya saja dalam hal restu Istana, Bamsoet kalah dari Airlangga.

"Nah, restu istana ini bisa sebut intervensi," ujarnya, seperti dikutip CNNIndonesia.com, Rabu (4/12/2019), seraya menambahkan restu dari istana condong ke Airlangga.

Dukungan tersebut tak lepas dari kerja sama Airlangga dan Jokowi. Airlangga dipercaya Jokowi sebagai Menteri Perindustrian di Kabinet Indonesia Kerja, dan kembali ditunjuk sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian di Kabinet Indonesia Maju. 

Ujang berpendapat, momen Bamsoet mundur juga memperkuat dugaan intervensi Istana.

Bamsoet menyatakan mundur dari bursa calon ketua Golkar pada Selasa (3/12/2019), usai bertemu politikus Senior Golkar Luhut Binsar Pandjaitan dan Aburizal Bakrie. Luhut selama ini dikenal sebagai salah satu orang kepercayaan Jokowi.

Ujang menilai keberadaan Luhut di tengah pencalonan ketua umum Golkar tak bisa dilepaskan dari keinginan Jokowi agar Golkar tetap solid. 

"Termasuk pada Munas Golkar kali ini. Bukti bahwa BS mundur itu bukti real. Dan bukti Jokowi ingin Golkar tidak pecah adalah bukti lainnya," kata Ujang. ***

WJT / pam

Tidak Ada Komentar.


 

Berita Lainnya